20 Perusahaan Senjata dengan Pendapatan Terbesar di Dunia, Ada China

4 hours ago 1

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

03 April 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri pertahanan global tengah mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya konflik geopolitik dan belanja militer dunia. Data terbaru menunjukkan perusahaan-perusahaan senjata terbesar dunia mencetak pendapatan fantastis, dengan dominasi kuat dari Amerika Serikat.

 Melansir dari data SIPRI, total pendapatan 100 perusahaan senjata terbesar dunia mencapai US$679 miliar atau Rp 11.536,21 triliun (US$1=Rp 16.990) pada 2024, naik sekitar 6% secara dari tahun 2023. Lonjakan ini didorong oleh konflik di Ukraina, Timur Tengah, serta peningkatan modernisasi militer global.

 Berikut perusahaan senjata terbesar berdasarkan pendapatannya.

AS Kuasai Industri Senjata Global

Perusahaan asal AS mendominasi posisi teratas. Raksasa seperti Lockheed Martin, RTX, Northrop Grumman, dan General Dynamics terus mencatat pertumbuhan pendapatan berkat kontrak militer besar dan permintaan tinggi atas sistem persenjataan canggih.

 Lockheed Martin bahkan mempertahankan posisi sebagai perusahaan senjata terbesar dunia dengan pendapatan hampir US$65 miliar, didorong oleh proyek besar seperti jet tempur F-35. 

Lockheed Martin ada diurutan teratas dengan pendapatan terebsar hingga mencapai US$ 64,65 miliar atau Rp 1.096,7 triliun.

Eropa, Rusia, dan China Mengejar Ketertinggalan

Di luar AS, perusahaan Eropa seperti BAE Systems menjadi pemain utama dengan pendapatan sekitar US$33.79 miliar.  

Sementara itu, Rusia melalui Rostec tetap bertahan di jajaran atas meskipun terkena sanksi internasional. Permintaan domestik yang tinggi menjadi penopang utama pertumbuhan industrinya.

 China juga menunjukkan kekuatan melalui perusahaan seperti AVIC, CETC, NORINCO, China State Shipbuilding Corporation, dan China Aerospace Science and Technology Corporation. Perusahaan-perusahaan ini mencerminkan semakin kuatnya basis industri pertahanan China, terutama di sektor kedirgantaraan, elektronik militer, hingga pembuatan kapal.

 Meski belum menyaingi dominasi AS, perusahaan-perusahaan China mulai memperluas pengaruhnya, terutama di pasar regional Asia dan negara berkembang.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |