5 Alasan Ilmiah Kenapa Senin Terasa Berat Menurut Psikolog

2 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang merasa energi seperti jatuh begitu alarm berbunyi di hari Senin. Bukan sekadar perasaan malas biasa, kondisi ini ternyata punya penjelasan ilmiah, mulai dari gangguan pola tidur hingga tekanan psikologis saat kembali ke rutinitas kerja.

Menurut psikolog, ada beberapa alasan utama kenapa hari Senin terasa lebih berat dibanding hari lainnya. Berikut penjelasannya, dirangkum dari HuffPost, Senin (30/3/2026):

1. Pola tidur berubah drastis saat akhir pekan

Secara fisiologis, tubuh manusia bekerja mengikuti ritme alami atau circadian rhythm. Masalahnya, banyak orang mengubah pola tidur saat akhir pekan, seperti tidur lebih larut dan bangun lebih siang.

Neuropsikolog Sanam Hafeez menjelaskan, perubahan ini bisa mengacaukan ritme tubuh. Akibatnya, meski sudah tidur cukup di Minggu malam, tubuh tetap terasa lelah saat Senin tiba. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah tersinggung, tidak sabar, dan sulit menikmati hari.

Psikoterapis Meg Gitlin menambahkan, akhir pekan sering dianggap waktu istirahat, padahal banyak orang justru beraktivitas berlebihan, mulai dari begadang hingga makan dan minum secara tidak terkontrol.

2. Rasa bebas tiba-tiba hilang

Akhir pekan identik dengan kebebasan, bisa bangun tanpa alarm, bersantai, atau melakukan hobi. Namun saat Senin datang, semua itu berubah menjadi jadwal, target, dan tanggung jawab.

"Pergeseran emosi yang besar ini dapat membuat hari Senin menjadi terasa buruk dan sulit bagi sebagian orang," kata Hafeez.

Secara psikologis, sulit untuk beralih dari waktu senggang dan waktu pribadi kembali ke kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan.

3. Tidak nyaman dengan pekerjaan

Alasan lain yang cukup umum adalah ketidakpuasan terhadap pekerjaan. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, atasan yang menuntut, atau hubungan yang kurang baik dengan rekan kerja bisa memicu kecemasan sejak Minggu malam.

Perasaan ini membuat seseorang sulit merasa antusias memulai minggu baru.

4. Minim persiapan untuk pekan yang baru

Hari Senin juga terasa berat ketika seseorang tidak menyiapkan diri, baik secara mental maupun praktis. Mulai dari pekerjaan yang menumpuk, jadwal yang belum diatur, hingga hal-hal kecil seperti tidak menyiapkan kebutuhan kerja.

Sebagian orang mungkin memilih untuk tidak melakukan aktivitas sehari sebelumnya hanya karena apa yang perlu mereka lakukan tidak menyenangkan dan menimbulkan perasaan negatif.

5. Sudah jadi "budaya" membenci Senin

Kebencian terhadap hari Senin juga dipengaruhi faktor sosial. Di banyak lingkungan, mengeluh tentang Senin sudah menjadi hal yang lumrah, bahkan seperti bagian dari budaya.

Ketika narasi ini terus diulang, tanpa sadar orang ikut menginternalisasi bahwa Senin memang hari yang harus dibenci.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |