5 Kata-Kata Ini Sering Diucapkan ke Cucu, Sepele tapi Ternyata 'Toxic'

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Senin, 30 Mar 2026 09:15 WIB

Kata-kata ini mungkin terasa lumrah bagi orang dewasa khususnya kakek-nenek, tapi ternyata dapat membingungkan cucu. Ilustrasi. Kata-kata ini mungkin terasa lumrah bagi orang dewasa khususnya kakek-nenek, tapi ternyata dapat membingungkan cucu. (iStockphoto/miodrag ignjatovic)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebanyakan kakek dan nenek ingin menjalin kedekatan dengan cucunya lewat berbagai cara. Yang paling mudah tentu dengan interaksi sehari-hari dan candaan.

Namun ternyata, ada beberapa kata-kata yang mungkin terasa lumrah bagi orang dewasa khususnya kakek-nenek, tapi ternyata dapat membingungkan cucu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perbedaan cara pandang dan pola asuh antargenerasi memang tak bisa terhindarkan dalam sebuah keluarga. Kakek dan nenek dibesarkan dengan nilai yang berbeda dengan orang tua serta anak di masa kini.

Ucapan yang dulu mungkin dipandang sebagai bentuk perhatian atau keakraban, sekarang mungkin bisa dimaknai berbeda oleh generasi yang lebih muda, bahkan dianggap 'toxic'.

Dikutip dari Huffpost, psikolog anak dan presiden di A New Day Pediatric Psychology, San Antonio, Ann-Louise Lockhart mengatakan pentingnya untuk lebih memperhatikan cara kita berkomunikasi dengan cucu.

"Mungkin sulit untuk mengubah cara Anda mengatakan sesuatu, tetapi penting untuk berhati-hati dengan kata-kata Anda, dan menyadari betapa kata-kata dapat memengaruhi cara cucu Anda berpikir dan merasa tentang diri mereka sendiri dan hubungan mereka dengan Anda," ujar Lockhart.

Berikut beberapa kata yang tanpa sadar sering diucapkan kakek-nenek ke cucu tapi ternyata berdampak kurang baik.


1. "Jangan kasih tahu orang tuamu..."

Pernah mengucapkan ini kepada cucu ketika diam-diam memberikannya permen atau cokelat tanpa sepengetahuan orang tuanya, sambil berbisik, "Ini rahasia, ya?". Bentuk 'sayang' tersebut ternyata tidak baik bagi tumbuh kembang anak.

Setiap kali Anda mendorong cucu untuk merahasiakan sesuatu dari orang tua mereka, itu bisa berbahaya, kata psikolog klinis Atlanta, Zainab Delawalla, kepada HuffPost.

"Hal itu melemahkan otoritas orang tua, yang dapat memiliki konsekuensi jangka panjang," katanya.

"Lebih jauh lagi, hal itu memberi contoh kepada anak-anak bahwa mereka mungkin berada dalam situasi di mana 'kepentingan terbaik' mereka adalah tidak memberi tahu orang tua mereka. Ini bisa sangat berbahaya jika seorang anak sedang dirayu oleh predator anak."

Sebagai kakek atau nenek, Anda justru perlu menekankan pentingnya bersikap jujur kepada orang tua apa pun yang terjadi.

"Kakek-nenek dapat menemukan cara lain untuk menyayangi cucu mereka tanpa melanggar batasan yang telah ditetapkan orang tua mereka," kata Delawalla.


2. "Kok kurus banget?" atau "Kok jadi gemuk?"

Mengomentari keadaan fisik seperti berat badan sebaiknya juga tidak dilakukan meskipun sering kali dimaksudkan sebagai bentuk perhatian atau candaan.

Komentar 'kok kurus? kok gemuk?' mungkin terdengar sepele bagi orang dewasa, tetapi bisa meninggalkan kesan lain bagi cucu. Hal ini dapat memengaruhi cara mereka memandang diri serta memicu rasa tidak percaya diri.

"Sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab, adalah tugas kita untuk mendukung dan mendorong anak-anak agar percaya diri dengan penampilan mereka sendiri," katanya.

Daripada mengatakan hal tersebut, sebagai gantinya tunjukkan minat tulusmu kepada anak dengan menanyakan hobi serta kegiatan yang mereka senang lakukan belakangan ini.


3. "Sini, peluk" atau "Sini, cium!"

Beberapa anak kecil mungkin tidak merasa nyaman memberikan pelukan dan ciuman kepada orang lain selain orang tuanya sendiri.

Psikoterapis dan penulis seri buku anak-anak "Mindful Steps" Andrea Dorn mengatakan permintaan pelukan atau ciuman bisa membuat anak kecil bingung tentang batasan diri dan persetujuan (consent).

"Meskipun ungkapan ini kemungkinan besar dipenuhi dengan kasih sayang dan keinginan untuk memupuk kedekatan dengan seorang anak, ungkapan ini juga secara tidak sengaja dapat menghilangkan hak anak dan menekan mereka untuk mengabaikan batasan tubuh mereka," kata Dorn.

Sebab mereka bisa menangkap pesan bahwa ia harus selalu menuruti orang lain, meskipun sebenarnya ia tidak ingin.

Untuk menghormati batasan cucu Anda, ubah ungkapan tersebut menjadi pertanyaan: "Nenek ingin sekali memelukmu, apakah boleh?"

Namun jika mereka mengatakan "tidak," terimalah jawaban mereka dan jangan memaksa.


4. "Kamu manja banget..."

Tanpa sadar mungkin Anda mengatakan hal ini ketika cucu sedang merengek atau marah saat keinginannya tidak terpenuhi.

Psikolog klinis Ryan Howes mengatakan bahwa perilaku ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah anak. Sebab sikap manja dapat terbentuk dari pola asuh yang diterapkan orang tua di rumah.

"Jadi, menyalahkan mereka sepenuhnya bukanlah hal yang adil. Terima saja atau bicaralah dengan orang tua mereka, tetapi simpan penilaian Anda untuk diri sendiri," ujar Howes.

5. "Orang tuamu salah..."

Kakek dan nenek perlu memahami dan menerima bahwa setiap generasi memiliki cara pengasuhan yang berbeda.

Kakek nenek mungkin membesarkan anak mereka dengan aturan yang tidak sama dengan cara anak mereka membesarkan cucunya. Hal ini kadang membuat keinginan untuk mengomentari atau membanding-bandingkan.

Namun, mengatakannya langsung kepada cucu tentu tampak sangat menghakimi. Mereka bisa menganggap bahwa ternyata cara orang tuanya salah dan bisa berdampak buruk bagi sang cucu.

Demikian sejumlah kata-kata yang sebaiknya dihindari untuk diucapkan kepada cucu. Penting bagi orang dewasa untuk lebih peka dalam memilih kata atau ucapan saat berinteraksi dengan cucu.

Dengan begitu, kedekatan antara kakek-nenek terhadap cucu bisa tetap terjalin tanpa mengurangi wujud kasih sayang yang ingin ditunjukkan.

(fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |