5 Fakta Film Munafik: Melawan Iblis

2 hours ago 1
 Melawan Iblis Pemain film Munafik : Melawan Iblis(MI/Rifaldi Putra)

FILM  horor religi terbaru, Munafik: Melawan Iblis, dijadwalkan segera menyapa pencinta sinema di bioskop tanah air pada 3 September mendatang. Diadaptasi dari Intellectual Property (IP) besar asal Malaysia, film ini merupakan hasil kolaborasi antara Unlimited (Indonesia) dan Skop Productions (Malaysia).

Sutradara Guntur Soeharjanto memastikan bahwa meskipun diadaptasi dari film Malaysia, versi ini akan terasa sangat dekat dengan kultur dan nuansa masyarakat Indonesia. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (24/8), Guntur membagikan sejumlah fakta unik di balik proses produksinya.

Berikut adalah 5 fakta menarik film Munafik: Melawan Iblis:

1. Pencarian Tokoh Ustaz Adam yang Dramatis

Menemukan aktor yang tepat untuk memerankan tokoh ikonik Ustaz Adam ternyata menjadi tantangan terbesar bagi tim produksi. Guntur mengungkapkan bahwa dirinya bersama produser Oswin Bonifanz sempat menemui banyak kandidat namun selalu merasa kurang cocok.

"Perjalanan mencari Ustaz Adam sangat susah banget. Kita meeting sana-sini, gagal terus. Sampai akhirnya kita janjian makan malam sama Arya Saloka. Baru ngobrol sebentar, saya langsung bilang ke Pak Oswin, 'Dia aja Pak, lock!'," kenang Guntur.

2. Kedisiplinan Spiritual: Berhenti Syuting Saat Azan

Proses produksi film ini diwarnai dengan kedisiplinan spiritual yang tinggi. Atas masukan dari Arya Saloka, seluruh aktivitas syuting dihentikan total setiap kali suara azan berkumandang. Guntur mengaku ini adalah pengalaman pertamanya selama berkarier sebagai sutradara.

"Itu pelajaran pertama kali saya selama membuat film. Terima kasih sekali kepada Arya Saloka yang memberikan masukan itu. Ternyata, meskipun banyak berhenti, syutingnya selesai juga tepat waktu," ungkapnya.

3. Debut Film Horor Donny Damara

Aktor senior Donny Damara memberikan kejutan dengan keterlibatannya dalam proyek ini. Meski sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia seni peran, peran sebagai Ustaz Mansyur di film ini merupakan debut horor pertamanya.

"Bener ini film horor pertama saya. Di sini saya juga banyak belajar terutama harus berdamai dengan teknis karena saya harus memanjangkan emosi saya ketika line saya habis tapi masih harus dipanjangkan lagi untuk bereaksi terhadap efek nantinya," jelas Donny.

4. Minim CGI dan Totalitas Acha Septriasa

Guntur Soeharjanto memilih untuk meminimalisir penggunaan teknologi komputer (CGI) dan lebih mengedepankan efek praktikal demi mengejar realisme. Hal ini menuntut totalitas tinggi dari para pemain, terutama Acha Septriasa.

Acha diketahui menjalani adegan-adegan berat, termasuk adegan ruqyah, tanpa bantuan pemeran pengganti (stuntman). "Saya maunya praktikal agar terasa lebih realistis. Makanya Acha sampai pegal-pegal badannya karena saya minta melakukan adegan ruqyah dan dia sangat luar biasa totalitas," puji Guntur.

5. Horor yang Menyentuh Emosi

Berbeda dengan film horor konvensional yang hanya mengandalkan jumpscare, Guntur ingin memberikan sentuhan drama yang kuat agar penonton merasa terhubung secara personal dengan cerita.

"Saya bilang ke Pak Oswin, saya mau bikin film horor tapi bisa bikin penonton nangis. Jadi tidak cuma horor saja, tapi ada sesuatu yang touchy dan menyentuh personal kita masing-masing," pungkas sang sutradara. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |