Ledakan kembang api di markas militer Viacha, Bolivia, melukai sedikitnya 58 orang, mayoritas warga sipil. (AFP)
SEDIKITNYA 58 orang, yang mayoritas merupakan warga sipil, mengalami luka-luka akibat ledakan dahsyat yang mengguncang markas militer di kota Viacha, Bolivia bagian barat, pada Jumat sore waktu setempat.
Menteri Pertahanan Bolivia, Ernesto Justiniano, mengonfirmasi insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Ledakan berawal dari area penyimpanan kembang api yang berada di dalam kompleks markas militer tersebut.
Melalui unggahan di media sosial Facebook, Justiniano merinci dari puluhan korban luka yang tercatat, 52 orang di antaranya merupakan warga sipil, sementara sisanya adalah personel militer.
"Tim penyelamat saat ini sedang merawat para korban luka dan mendampingi keluarga mereka," tulis Justiniano.
Dalam laporan awal, Justiniano sempat menyebut adanya potensi korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pihaknya menegaskan belum dapat mengonfirmasi jumlah pasti terkait adanya korban meninggal dunia.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari dalam kompleks markas militer. Lokasi tempat terjadinya ledakan tersebut berada tepat di pusat kota Viacha, sehingga dampaknya cukup dirasakan oleh warga sekitar.
Pernyataan resmi terbaru dari menteri pertahanan ini sekaligus merevisi keterangan awal Kementerian Pertahanan Bolivia. Sebelumnya, pihak kementerian sempat melaporkan bahwa ledakan tersebut hanya menyebabkan kerusakan pada infrastruktur bangunan dan tidak menimbulkan korban luka.
Hingga saat ini, pihak berwenang telah menerjunkan tim khusus untuk meluncurkan penyelidikan mendalam guna mengusut penyebab pasti yang memicu timbulnya ledakan di gudang kembang api tersebut.
Kota Viacha berjarak sekitar 30 kilometer di sebelah barat daya ibu kota administratif Bolivia, La Paz. Kota yang menjadi lokasi berdirinya markas militer tersebut dihuni oleh sekitar 100.000 jiwa. (AFP/Z-2)
















































