Pejabat Tinggi Militer AS Jalani Tes Poligraf terkait Kebocoran Data Senjata

3 hours ago 6
Pejabat Tinggi Militer AS Jalani Tes Poligraf terkait Kebocoran Data Senjata Pete Hegseth.(Al Jazeera)

SEJUMLAH pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan menjalani tes poligraf (deteksi kebohongan) sebagai bagian dari penyelidikan besar-besaran terkait kebocoran informasi rahasia. Langkah ini diambil setelah detail sensitif mengenai stok senjata canggih negara tersebut beredar di media massa.

Berdasarkan laporan CBS News, Presiden Donald Trump disebut sangat marah atas kebocoran tersebut. Mengingat hanya sekelompok kecil orang yang memiliki akses ke detail klasifikasi amunisi tersebut, muncul kekhawatiran ada individu yang berpotensi bertindak sebagai aset intelijen asing.

Skala Pengujian yang tidak Biasa

Meskipun tes poligraf merupakan bagian rutin bagi pejabat tinggi militer dan sipil untuk sertifikasi keamanan, volume orang yang ditarik untuk pengujian dalam kasus ini dinilai sangat jarang terjadi. Beberapa lusin orang menjalani tes pada awal musim panas ini, termasuk pejabat dari Komando Pusat AS (Centcom) serta komandan tempur lain.

Pertanyaan dalam poligraf tersebut mendalami berbagai masalah terkait keamanan nasional. Namun, menurut sumber yang mengetahui masalah ini, tidak ada satu pun pejabat yang gagal dalam pertanyaan yang dirancang untuk menentukan apakah mereka membocorkan informasi ke media.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa departemen tidak mengomentari masalah personel internal atau investigasi. "Namun, kami menanggapi semua kebocoran informasi keamanan nasional rahasia dengan sangat serius dan menyelidikinya sesuai prosedur. Mengamankan informasi rahasia sangat penting untuk memastikan keamanan Amerika Serikat dan pasukan kami di seluruh dunia," tegasnya.

Satuan Tugas Khusus Pete Hegseth

Penyelidikan ini terjadi beberapa minggu setelah pecahnya perang Iran. Media melaporkan laju penggunaan amunisi canggih AS yang sangat cepat. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada bulan Juli mengumumkan pembentukan satuan tugas gabungan antara Pentagon dan Departemen Kehakiman untuk mengidentifikasi dan menuntut pembocor informasi sensitif.

Hegseth memberikan wewenang luas kepada Kantor Penasihat Umum Pentagon, yang dipimpin oleh Earl Matthews, untuk menuntut informasi, catatan, dan bantuan dalam investigasi kebocoran. Personel Pentagon diinstruksikan untuk memprioritaskan permintaan tersebut dengan tenggat waktu respons hanya dua hari.

Kutipan Menhan Pete Hegseth:
"Ketika kebocoran informasi departemen terjadi, sangat penting bagi kita untuk memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti kepada Departemen Kehakiman dan mitra penegak hukum federal secepat mungkin. Kebocoran informasi mempertaruhkan nyawa."

Ketegangan Internal di Pentagon

Langkah agresif Hegseth dalam menggunakan poligraf bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, ia dilaporkan sangat marah setelah detail pengarahan rahasia mengenai Tiongkok untuk Elon Musk bocor ke pers. Hegseth bahkan sempat mengancam Laksamana Christopher Grady, yang saat itu menjabat sebagai pelaksana tugas Ketua Kepala Staf Gabungan, dengan tes poligraf.

Meskipun demikian, tidak semua pejabat senior menjalani tes kali ini. Ketua Kepala Staf Gabungan saat ini, Jenderal Dan Caine, dilaporkan tidak termasuk dalam daftar pejabat yang dipoligraf. Investigasi ini dilakukan secara internal oleh militer tanpa melibatkan FBI dalam proses tes poligraf tersebut.

Secara hukum federal, Menteri Pertahanan memiliki wewenang untuk mengarahkan investigasi kontra-intelijen termasuk poligraf. Namun, ia tetap harus mematuhi batasan regulasi dan memastikan pemeriksaan dilakukan secara bertanggung jawab serta efektif. (CBS/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |