CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mar 2026 07:10 WIB
Ilustrasi. Orang ber-IQ rendah bisa terlihat dari perilaku atau kebiasaannya sehari-hari. (istockphoto/Nenad Cavoski)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada beberapa ciri-ciri orang dengan IQ rendah yang bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari. Perilaku ini sering kali muncul secara tidak disadari, baik dalam cara berpikir maupun mengambil keputusan.
IQ atau intelligence quotient merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai kemampuan kognitif seseorang, seperti kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan memahami informasi.
Skor IQ biasanya diperoleh melalui serangkaian tes psikologis yang dirancang khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kehidupan sehari-hari, orang dengan IQ tinggi kerap dianggap memiliki kemampuan analisis yang lebih baik. Sebaliknya, individu dengan IQ rendah sering menghadapi lebih banyak kesulitan dalam mengelola berbagai aspek kehidupan.
Meski demikian, penting dipahami bahwa IQ bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Lingkungan, pengalaman, serta kemampuan emosional juga berperan besar dalam membentuk kualitas hidup.
Untuk mengetahui rendah atau tidaknya kemampuan kognitif seseorang, beberapa perilaku berikut sering disebut sebagai tanda yang dapat diamati dalam keseharian:
1. Sulit mengatur waktu
Orang dengan IQ rendah cenderung memiliki manajemen waktu yang kurang baik. Mereka kerap kesulitan menentukan prioritas dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Akibatnya, pekerjaan sering menumpuk dan memicu stres atau kelelahan berlebih.
2. Menghindari tantangan
Alih-alih mencoba tugas yang lebih menantang, mereka biasanya memilih pekerjaan yang paling mudah. Sikap ini membuat mereka jarang mengembangkan kemampuan baru.
Padahal, tantangan sering menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan keterampilan.
3. Rasa ingin tahu terbatas
Ciri lain yang kerap terlihat adalah rasa ingin tahu yang rendah. Mereka jarang terdorong untuk mempelajari hal baru atau mengeksplorasi gagasan yang berbeda.
Sebaliknya, individu dengan kemampuan kognitif tinggi biasanya memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai topik.
Saat menghadapi masalah, orang dengan IQ rendah lebih sering menunda atau menghindarinya.
Masalah sering dianggap sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif dan sulit diubah. Ketakutan terhadap kegagalan juga membuat mereka cenderung menjauh dari situasi yang rumit.
5. Tidak suka membaca
Membaca merupakan salah satu aktivitas yang dapat menjaga otak tetap aktif dan melatih kemampuan berpikir kritis.
Namun, sebagian orang dengan IQ rendah cenderung tidak menyukai aktivitas ini. Membaca kerap dianggap sebagai kegiatan yang membosankan atau tidak penting.
6. Terburu-buru memilih jawaban
Ketika dihadapkan pada beberapa pilihan, mereka sering langsung memilih jawaban pertama tanpa mempertimbangkan opsi lain.
Kecenderungan ini dikenal sebagai impulsivitas kognitif, yaitu kecenderungan bereaksi secara spontan tanpa memproses informasi secara mendalam.
7. Sulit memahami instruksi sederhana
Kesulitan memahami instruksi, bahkan yang relatif sederhana, juga bisa menjadi salah satu ciri. Selain itu, setelah melakukan kesalahan, mereka jarang meminta penjelasan tambahan atau klarifikasi. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman sekaligus kurangnya upaya untuk memperbaiki diri.
Pada akhirnya, kemampuan kognitif bukanlah sesuatu yang sepenuhnya tetap. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menstimulasi otak, mulai dari rutin membaca, menulis, belajar hal baru, menjaga pola hidup sehat, hingga aktif bersosialisasi.
Dengan kebiasaan tersebut, kemampuan berpikir dan kualitas mental seseorang dapat terus berkembang seiring waktu.
(tis/tis)

6 hours ago
3
















































