ADHI Catat Penguatan Pengelolaan Risiko ESG

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatat perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance/ESG) berdasarkan hasil Shadow Rating ESG 2025. Dalam penilaian tersebut, skor ADHI turun menjadi 32,33 dari tahun sebelumnya, yang mengindikasikan pengelolaan risiko ESG semakin baik.

Perbaikan skor itu terjadi di tengah meningkatnya perhatian investor dan pelaku pasar terhadap aspek keberlanjutan sebagai salah satu indikator ketahanan bisnis jangka panjang. Bagi perusahaan konstruksi, aspek ESG menjadi perhatian karena industri ini menghadapi risiko yang relatif tinggi, mulai dari keselamatan kerja, dampak lingkungan proyek, hingga pengelolaan rantai pasok.

Penilaian Shadow Rating dilakukan oleh Badan Kerja Sama dan Manajemen Pengembangan (BKMP) Universitas Airlangga menggunakan metodologi Sustainalytics. Evaluasi mencakup tata kelola perusahaan, hubungan dengan pemangku kepentingan, isu ESG yang material bagi sektor konstruksi, serta berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi keberlanjutan usaha.

Hasil penilaian menunjukkan profil risiko ESG ADHI berada sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata global subindustri Construction & Engineering yang berada di kisaran 32,8.

Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta mengatakan, perusahaan menjadikan ESG sebagai instrumen penting dalam pengelolaan risiko sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.

“ADHI memandang ESG sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Tidak hanya sebagai pemenuhan standar tata kelola dan instrumen pengelolaan risiko, melainkan bagian penting dalam mendorong keberlanjutan bisnis dan peningkatan kualitas operasional perusahaan,” kata Rozi, Rabu (10/6/2026).

Menurut ADHI, perbaikan penilaian ditopang oleh penguatan tata kelola perusahaan, penerapan kebijakan antikorupsi, serta peningkatan sistem pelaporan keberlanjutan yang lebih terukur.

Ke depan, perusahaan menyatakan akan memfokuskan penguatan ESG pada sejumlah isu yang dinilai paling material bagi industri konstruksi, seperti peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, penguatan praktik keberagaman dan inklusi, serta integrasi aspek ESG ke dalam manajemen risiko perusahaan.

Penguatan aspek ESG semakin menjadi perhatian di sektor konstruksi seiring tuntutan investor terhadap transparansi dan pengelolaan risiko non-keuangan. Selain berkaitan dengan reputasi perusahaan, kinerja ESG juga dinilai memengaruhi akses pembiayaan, daya saing proyek, hingga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |