Baru Saja Padam, Kebakaran Kembali Landa Pasar Sandang Tegalgubug Cirebon

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pasar Sandang Tegalgubug Cirebon terbakar hebat, Sabtu (1/8/2026) malam. Kebakaran itu merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir yang terjadi di pasar yang terletak di Jalan Bypass Cirebon - Jakarta tersebut.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda pasar tersebut pada Selasa (28/7/2026). Sama seperti kejadian pekan lalu, kebakaran kali ini juga terjadi di Blok III As-Syafi’iyah RT 02 RW 05, Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan, laporan kebakaran itu pertama kali diterima oleh Damkar Sektor Arjawinangun. Menanggapi laporan tersebut, petugas Damkar langsung menuju ke lokasi.

Sesampainya di lokasi, petugas melihat api sudah membesar dan menjalar ke beberapa lapak jualan. Sambil menggelar selang untuk melakukan pemadaman, petugas meminta tambahan armada Damkar dari Sektor Palimanan, Weru dan Sumber guna meminimalisir penjalaran api dan menjaga ketersediaan stok air. 

“Menurut keterangan sekuriti yang jaga di pasar, api pertama kali diketahui sekitar pukul 21.19 WIB. Sekuriti bersama warga kemudian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, tetapi malah bertambah besar,” ujar Eno, Ahad (2/8/2026).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke anggota Babinsa Tegalgubug, yang kemudian meneruskan laporan itu ke Damkar Arjawinangun. Pemadaman dipimpin langsung oleh kadis dan kabid PPSP serta beberapa komandan sektor Damkar. Dalam pemadaman itu, diterjunkan empat unit armada pancar dan satu water suplai.

Api akhirnya dapat dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 23.20 WIB. Hal itu untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.

“Api awalnya diduga dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik yang berada di Blok E bagian tengah sebelah barat, kemudian menjalar ke arah timur,” jelas Eno.

Rambatan dari konsleting listrik saat kebakaran itu kemudian menimbulkan percikan api di salah satu lapak yang berada di Blok E. Selanjutnya, api menyebar dengan cepat ke lapak-lapak lainnya.

“Api membakar 45 lapak jualan di Blok E dan satu lapak di Blok H. Perkiraan kerugian belum diketahui,” kata Eno.

Ia memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pasalnya, saat kejadian tidak ada aktivitas berjualan dan kondisi lapak tidak terlihat adanya barang untuk jualan.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |