Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Dinilai Perkuat Ekosistem Usaha dan Pariwisata

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika dinilai berpotensi memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dampak tersebut dapat diperluas dengan menghubungkan ajang MotoGP dengan UMKM, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal.

Peneliti Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Anggi Putri Kurniadi mengatakan, dukungan terhadap ajang internasional seperti MotoGP perlu dilanjutkan melalui program yang terhubung dengan aktivitas ekonomi lokal sepanjang tahun.

“Dukungan semacam ini idealnya jangan berhenti pada sponsorship, tetapi berlanjut melalui program yang menghubungkan event dengan UMKM, pariwisata, tenaga kerja, dan rantai pasok lokal sepanjang tahun,” kata Anggi.

Menurut Anggi, mobilitas wisatawan, belanja, investasi, dan aktivitas usaha selama MotoGP berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih besar apabila keterkaitannya dengan ekonomi lokal dibangun secara sistematis. Dampaknya juga dapat dilihat dari manfaat bagi pelaku usaha, lapangan kerja, kapasitas produksi, serta aktivitas ekonomi setelah balapan selesai.

“Pelajaran yang relevan bagi Mandalika adalah pentingnya membangun local economic linkage, sehingga setiap penyelenggaraan MotoGP secara bertahap meninggalkan peningkatan kapasitas ekonomi yang tetap hidup setelah event berakhir,” ujar Anggi.

Anggi juga menilai Pertamina memiliki pengalaman dalam pemberdayaan UMKM dan masyarakat yang dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan MotoGP. Pengalaman tersebut dapat digunakan untuk memperluas manfaat ekonomi lokal di Mandalika.

“Dalam konteks Mandalika, kesinambungan tersebut dapat diarahkan untuk membangun economic legacy yang terukur,” kata Anggi.

Sementara itu, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, Mandalika perlu dikembangkan sebagai kawasan wisata yang tetap menarik di luar periode MotoGP. Pengembangan tersebut dapat mencakup aktivitas wisata dan UMKM agar kunjungan wisatawan tidak hanya bergantung pada periode balapan.

“Mandalika itu bukan hanya untuk balapan, tetapi perlu dikembangkan juga areanya untuk turis. Branding-nya bukan hanya untuk balapan, tapi juga dikembangkan supaya masyarakat sekitar terampil mengelola pariwisata dan UMKM setelah balapan selesai,” kata Fahmy.

Potensi ekonomi tersebut tercermin dari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Berdasarkan data Mandalika Grand Prix Association (MGPA), jumlah penonton mencapai 140.324 orang, naik 15,73 persen dibandingkan 2024 yang mencatat 121.252 penonton.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) juga mencatat dampak ekonomi nasional penyelenggaraan tersebut mencapai Rp4,96 triliun berdasarkan studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB).

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |