Antisipasi El Nino Godzilla, Pakar Ingatkan Pemerintah Cegah Karhutla

3 hours ago 5

Prajurit TNI dan petugas Dinas Kehutanan Kalteng berusaha melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (12/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah diminta segera mempercepat langkah-langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya potensi terjadinya Super El Nino 2026-2027 yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari satu dekade. Saat ini, risiko karhutla di Indonesia meningkat secara signifikan apabila terjadi El Nino Godzilla.

Guru Besar Ekonomi Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Sudarsono Soedomo menilai, fenomena itu bakal terjadi, terlebih jika berbarengan dengan Indian Ocean Dipole (IOD). Kondisi itu secara bersamaan dapat semakin menekan curah hujan di sejumlah wilayah.

"Risiko peningkatan kebakaran hutan dan lahan berada pada tingkat yang sangat tinggi. Musim kemarau akan menjadi lebih panjang, lebih kering, dan lebih panas sehingga kelembapan bahan bakar alami seperti serasah, ranting, dan gambut turun ke titik kritis. Dalam kondisi seperti ini, api sangat mudah menyala dan cepat menyebar," kata Sudarsono di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut dia, tanda-tanda peningkatan risiko mulai terlihat pada musim kemarau tahun ini. Merujuk data harian Pos Komando Penanganan Darurat Bencana (Posko PDB) Karhutla BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 1-21 Juli 2026 terdeteksi sebanyak 117 hotspot yang tersebar di berbagai wilayah dalam provinsi tersebut.

Dalam periode yang sama, tercatat 30 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 27,09 hektare. Menurut Sudarsono, Indonesia memang memiliki sistem pemantauan yang jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi El Nino pada 1997 maupun 2015 yang telah membakar jutaan hektare hutan.

Dia menyatakan, sistem deteksi dini berbasis satelit, pemantauan hotspot, hingga informasi cuaca, telah berkembang pesat. Namun, kata Sudarsono, semua kesiapan teknologi tersebut harus diimbangi dengan koordinasi lapangan yang kuat.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |