APHI Buka Peluang Investasi Global untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

8 hours ago 5

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert O. Blake Jr. dan perwakilan New Forests di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) membuka peluang kerja sama investasi global untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia. Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan APHI dengan mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert O. Blake Jr. dan perwakilan New Forests di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari diskusi yang berlangsung di sela rangkaian kegiatan United Nations Forum on Forests (UNFF) di New York, AS. Kedua pihak membahas peluang kolaborasi dalam pengelolaan hutan lestari, restorasi ekosistem, serta pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan sektor kehutanan Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. “APHI pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama investasi yang dapat memperkuat pengelolaan hutan lestari, meningkatkan produktivitas kawasan, mendorong restorasi ekosistem, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar hutan. Terkait hal ini, inovasi pembiayaan menjadi salah satu faktor kunci untuk mendorong investasi dalam pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dan mendukung target penurunan emisi GRK nasional,” kata Soewarso dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (5/6/2026).

APHI terus mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurut dia, dukungan investasi diperlukan untuk mempercepat pembangunan kehutanan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan hutan.

Dalam pertemuan tersebut, APHI dan New Forests juga membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Fokus pembahasan mencakup penguatan produktivitas lanskap, restorasi ekosistem, dan pengembangan model bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Robert O. Blake Jr. mengapresiasi perkembangan sektor kehutanan Indonesia yang terus menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. “Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan solusi berbasis alam dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, yang menarik perhatian investor global. Kami melihat banyak peluang untuk memperkuat kemitraan antara pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Blake.

Menurut Blake, dialog yang konstruktif antara para pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan peluang investasi yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Director Investments (Asia) New Forests Sanjiv Louis menambahkan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat pengelolaan hutan dan lanskap secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Ia menyebut keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan sumber daya alam akan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi hijau dan ketahanan iklim pada masa mendatang. “Kami melihat Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan berbagai inisiatif pengelolaan hutan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan mitra pembangunan dapat mendukung peningkatan produktivitas lanskap, perlindungan nilai-nilai lingkungan, serta penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Sanjiv Louis.

Sanjiv mengatakan New Forests memiliki pengalaman dalam pengelolaan investasi berkelanjutan, pembiayaan inovatif, dan pengembangan kemitraan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dialog dengan APHI, kata dia, menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di sektor kehutanan Indonesia.

Hasil pertemuan menyepakati pentingnya memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang mendukung investasi pengelolaan hutan lestari dan restorasi ekosistem. Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi sektor kehutanan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |