Aktivis dari Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Dalam aksinya, massa menuntut pemerintah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok, penciptaan lapangan kerja yang layak, serta evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis.

Oleh: Azis Subekti, pendiri Serikat Masyarakat Produktif Indonesia, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Setiap peradaban besar selalu menemukan cara untuk menjawab satu pertanyaan yang sama: siapakah yang sesungguhnya berhak memegang kekuasaan?
Pada masa kerajaan, jawabannya adalah keturunan. Ikatan rahim dianggap cukup untuk melahirkan legitimasi.
Pada masa kolonial, jawabannya adalah kekuatan. Siapa yang mampu menaklukkan, dialah yang berhak memerintah.
Sementara pada negara modern, sejarah perlahan mengubah jawaban itu. Kekuasaan tidak lagi dianggap sebagai hak yang diwariskan ataupun hasil penaklukan, melainkan amanah yang dipinjamkan oleh rakyat melalui mekanisme konstitusional.
Di titik itulah demokrasi memperoleh makna terdalamnya.
Demokrasi bukan semata-mata tentang pemilihan umum. Pemilihan umum hanyalah cara untuk menentukan siapa yang menerima mandat.
Demokrasi yang sesungguhnya adalah kemampuan sebuah bangsa menjaga hubungan antara rakyat yang memberikan mandat dengan pemerintah yang menerima mandat tersebut.
Hubungan itulah yang melahirkan masyarakat sipil dan pemerintahan sipil sebagai dua sisi dari bangunan yang sama.
Sayangnya, diskursus publik kita sering kali mempersempit makna masyarakat sipil. Istilah itu seakan menjadi identitas eksklusif kelompok-kelompok tertentu yang berada di luar pemerintahan.
Mereka yang aktif mengkritik negara sering dengan mudah disebut sebagai representasi masyarakat sipil, sementara jutaan warga negara lain yang mengabdi melalui profesinya, membangun usaha, mengajar di sekolah, meneliti di perguruan tinggi, menggerakkan organisasi keagamaan, memimpin komunitas, bahkan mereka yang memilih mendukung kebijakan pemerintah karena keyakinan rasionalnya, seolah tidak lagi dianggap berada dalam ruang yang sama.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

3 hours ago
3
















































