Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan bakal melanjutkan perundingan paling cepat pada pekan depan di Islamabad, Pakistan.
Melansir Anadolu, hal tersebut dilaporkan oleh Wall Street Journal yang mengutip sumber inti yang tak mau disebutkan namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS dan Iran bekerja sama dengan para mediator untuk merumuskan proposal perundingan yang berisi 14 poin. Proposal ini akan menjadi parameter untuk penyelesaian konflik yang ditargetkan selesai selama satu bulan.
Draf tersebut mencakup pembahasan mengenai program nuklir Iran, solusi meredakan ketegangan di Selat Hormuz, dan kemungkinan penanganan persediaan uranium milik Iran ke negara lain.
Hanya saja, sejauh mana pencabutan sanksi akan dilakukan masih jadi perdebatan. Hal ini dinilai akan menghambat perundingan.
Jika negosiasi berjalan lancar, periode awal penyelesaian konflik selama satu bulan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat usai AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Insiden ini memicu sikap saling serang antar-ketiga negara.
Ketegangan ini juga menimbulkan gangguan mobilitas kapal-kapal minyak dan gas global di Selat Hormuz.
Sebelumnya, kedua negara sempat melakukan perundingan putaran pertama pada April lalu. Namun, perundingan gagal mencapai kesepakatan.
Gencatan senjata juga telah dilakukan sejak April lalu melalui mediasi Pakistan, dan diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
1
















































