Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Israel kembali menggempur habis-habisan Iran pada Selasa (31/3) dini hari. Mereka menargetkan berbagai kota termasuk Teheran hingga Isfahan.
AS-Israel meluncurkan serangan ke gudang senjata di Isfahan dengan 2.000 pound atau sekitar 907 kilogram bom penghancur bunker, demikian dikutip Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran disebut sudah memindahkan uranium yang diperkaya sekitar 450 kg ke ruang bawan tanah di Isfahan, kota yang tahun lalu juga jadi sasaran AS dalam Perang 12 Hari.
"Sejumlah besar bom penghancur bunker atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan itu," kata salah satu pejabat dalam laporan The Wall Street Journal, yang dikutip NDTV.
Laporan lain mengeklaim serangan itu memicu serangkaian ledakan sekunder dahsyat hingga membuat bola api membumbung dan gelombang kejut ke seluruh area tersebut.
Bom penghancur dirancang dengan selongsong baja keras yang memungkinkan bom tersebut menembus lapisan tanah dan beton serta meledak usai mencapai kedalaman tertentu.
Ahli amunisi di lembaga think tank yang berbasis di AS, Foundation for Defence of Democracies Ryan Brobst mengatakan keistimewaan bom penghancur itu ada pada selongsongnya.
"Sebenarnya, mereka sering kali punya muatan bahan peledak yang lebih kecil tetapi selubungnya yang memungkinkan menancap ke dalam tanah, seperti bor, dan kemudian menghancurkan target-target ini," kata Brobst.
Beberapa bahkan menggunakan Hight Throughput Satellite (HTSF) yang memungkinkan alat tersebut 'menghitung' lantai yang dilewati atau perubahan kepadatan saat memasuki ruang terbuka seperti silo rudal sebelum meledak.
Beberapa bahkan dilengkapi dengan mikrofon sehingga hanya meledak ketika mendengar suara.
Bom penghancur bunker berbahaya karena bisa mengatur waktu ledakan saat mencapai target yang tak tercapai dicapai bom lain.
Serangan baru AS-Israel muncul usai Presiden Donald Trump mengatakan pasukan bakal menghancurkan pusat energi Iran jika negosiasi gagal dan menolak untuk membuka Selat Hormuz.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
5
















































