AS Serang Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Memanas

7 hours ago 9
AS Serang Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz Kembali Memanas Selat Hormuz(AFP)

PASUKAN Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap dua fasilitas peluncur milik Iran di Pulau Larak. Langkah ini menjadi aksi militer terbuka pertama yang dilakukan Washington di wilayah daratan Iran sejak akhir Juli lalu.

Juru Bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Cdr Tim Hawkins, menyatakan tindakan tegas tersebut diambil setelah mendeteksi pergerakan mencurigakan dari pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) teramati sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke Selat Hormuz," ungkap Hawkins sebagaimana dikutip oleh mitra BBC, CBS News.

Pulau Larak memiliki posisi strategis di dekat pelabuhan utama Bandar Abbas dan berada tepat di bibir Selat Hormuz, jalur navigasi vital bagi perdagangan energi global. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melintas melalui selat ini. Saat ini, Iran mewajibkan kapal tanker yang lewat untuk berhenti di sekitar pulau tersebut guna menjalani pemeriksaan, serta dilaporkan mengenakan tarif perlintasan sebesar US$2 juta dolar AS (sekitar Rp36,5 miliar).

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi adanya serangan pada hari Minggu tersebut dan melaporkan jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka. Kantor berita Iran, Tasnim, yang memiliki afiliasi dengan IRGC, melaporkan serangan dilancarkan menggunakan pesawat nirawak (drone) yang menewaskan dua orang dan melukai dua orang lainnya.

Atas insiden ini, pihak IRGC mengutuk keras tindakan Washington dan mengancam akan membalasnya.

"Serangan itu merupakan kesalahan strategis dan fatal dari rezim Trump. Musuh akan menanggung akibat dari salah kalkulasi ini, baik di bidang ekonomi maupun militer," tegas Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pada pekan lalu bahwa seluruh ranjau yang disebar Iran di Selat Hormuz telah berhasil dimusnahkan. Trump juga telah memperingatkan Tehran bahwa setiap kapal atau perahu yang mencoba memasang ranjau baru akan langsung dihancurkan. Namun, klaim pembersihan ranjau tersebut ditepis oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang menyebutnya sebagai propaganda manipulatif.

Eskalasi militer ini melengkapi tekanan ekonomi baru dari Washington yang mengumumkan kampanye sanksi tambahan pada 24 Agustus lalu. Langkah tersebut dirancang untuk semakin mengisolasi Tehran serta memperluas sanksi sekunder terhadap sekutu-sekutunya. Meski demikian, pejabat dan media pemerintah Iran menilai sanksi tersebut hanyalah kelanjutan dari sanksi ekonomi sebelumnya yang dipicu oleh kegagalan militer AS.

Konflik bersenjata antara kedua belah pihak kini telah melewati titik enam bulan sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar ke Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan menyerang Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara sekutu di kawasan Teluk, yang berujung pada penutupan efektif jalur pelayaran Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |