Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan masa krisis energi Indonesia imbas konflik geopolitik di Timur Tengah saat ini telah lewat.
Bahlil tak menampik pihaknya sempat waswas untuk mencari jalan keluar dan solusi atas ketersediaan energi dalam negeri. Namun, lewat diskusi panjang, persoalan tersebut telah diselesaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi alhamdulillah berkat kerja tim, komunikasi yang baik, saya menyampaikan dengan senang hati bahwa masa krisis kita sudah lewat," ujar Bahlil dalam pidatonya di acara halal bihalal Partai Golkar, Rabu (8/4) malam.
Bahlil menyebut Indonesia sempat dalam titik kritis pada 4 April lalu karena stok liquefied petroleum gas (LPG) diperkirakan tak sampai 10 hari. Menurutnya, pemerintah berhasil bernegosiasi dengan beberapa negara seperti Australia, Jepang, hingga Brunei Darussalam.
"Dan sekarang kapal sudah ada yang masuk dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi sudah lewat," ujar Bahlil.
Sementara untuk solar, kata Bahlil, Indonesia udah tak melakukan impor. Total konsumsi solar dalam negeri berada di angka sekitar 40 juta kiloliter.
Bahlil mengatakan, jumlah itu sudah terpenuhi oleh industri dalam negeri untuk jenis B40. Menurutnya, pada Juli mendatang, jenis B50 sudah dapat diproduksi.
"Kalau ini kita lakukan kita mampu surplus kurang lebih sekitar 4 juta kiloliter," ujar Bahlil.
Sedangkan untuk BBM, menurut Bahlil, konsumsi dalam negeri mencapai sekitar 39 juta kiloliter. Dari jumlah itu, produksi salam negeri hanya sekitar 14 juta kiloliter, dan sisanya impor.
Namun pada Januari 2026, kata Bahlil, pihaknya telah meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) dan berhasil menambah produksi minyak dalam negeri sebesar 5,6 juta kiloliter dan 4,5 juta kiloliter solar.
"Jadi memang betul ada masalah tapi Allah memberikan petunjuk di awal. Padahal saya juga bingung sebenarnya, saya kan bukan ahli minyak, kalau tambang ada dikit-dikitlah waktu dulu jadi pengusaha kan," ujar Bahlil.
(fra/thr/fra)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1

















































