Bahlil Pastikan RI Akan Mulai Bangun Tangki Minyak Baru Bulan Mei 2026

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pembangunan Cadangan Penyangga Energi (CPE) berupa fasilitas tangki penyimpanan minyak (storage) baru, akan jalan pada bulan Mei 2026 mendatang. Pembangunan tersebut tidak lain untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tingginya ketidakpastian pasokan imbas konflik geopolitik global.

Saat ditanya mengenai perkembangan terbaru rencana pembangunan fasilitas tersebut usai libur Lebaran, Bahlil menegaskan bahwa tahap studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) saat ini masih terus berjalan sesuai jadwal. Ia optimis target eksekusi proyek pada bulan depan dapat direalisasikan.

"Masyaallah baru habis Hari Raya. Saya kan bilang bahwa akan dilakukan di bulan Mei, kan FS kan lagi jalan ya," ujar Bahlil di Kantornya, dikutip Selasa (7/4/2026).

Pembangunan CPE itu sendiri perlu dilakukan karena kapasitas penyimpanan yang ada saat ini hanya mampu menjaga stok energi dalam taraf minimum standar nasional. Saat ini pun, Bahlil tak menampik bahwa Indonesia harus 'berebut' dengan negara lain dalam mengamankan pasokan energi dari pasar internasional.

"Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain. Bayangkan sekarang ini orang sudah melakukan tender aja barangnya sudah ada, tapi ketika ada orang lain yang membeli dengan harga lebih tinggi, orang itu atau trader itu atau perusahaan yang menjual itu bisa berpotensi menjual ke orang yang menawar lebih tinggi," jelas Bahlil.

"Sekarang ini stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi insyaallah clear," jawab Bahlil saat ditanya kondisi pasokan energi nasional.

Sebelumnya, Bahlil menjelaskan alasan stok BBM Indonesia hanya mencapai 20 hari. Pernyataan itu sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, usai Selat Hormuz, Iran ditutup.

Kekhawatiran mucul karena penutupan jalur utama perdagangan perdagangan minyak global. Bahkan Pertamina juga mengungkapkan bahwa 19% impor minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.

Namun menurut Bahlil stok 20 hari itu memang kapasitas tampung maksimal untuk BBM di dalam negeri. "Jangan salah persepsi, memang sejak lama kemampuan storage kita di RI ini tidak lebih dari 21 - 25 hari. Jadi standar nasional minimal itu di 20 - 21 hari, maksimal 25 hari," katanya, di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).

Bahlil juga menjelaskan dari laporan Pertamina, stok BBM Indonesia saat ini sudah mencapai 22-23 hari.

"Kenapa kita gak melakukan persediaan lebih dari 25 hari, kalau diadakan mau disimpan di mana? storagenya gak cukup. Jadi mohon diluruskan, bukan kita gak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari, karena memang daya tampungnya gak ada," kata Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan Presiden Prabowo Subianto juga sudah memerintahkan untuk membangun kilang penampungan BBM, supaya ketahanan energi Indonesia bisa lebih lama. Targetnya kapasitas penampungan yang diharapkan bisa mencapai stok BBM selama 3 bulan.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |