Jakarta, CNBC Indonesia - Dua seri balapan Formula 1 di Timur Tengah resmi dibatalkan menyusul memanasnya konflik di kawasan tersebut. Federasi otomotif dunia Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) mengumumkan, Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi tidak akan digelar pada April 2026.
Dalam pernyataan resminya, FIA menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang masih memanas akibat perang yang melibatkan Iran.
"Telah dikonfirmasi hari ini bahwa setelah evaluasi menyeluruh terkait situasi yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan digelar pada April," kata FIA dalam pernyataan resminya dikutip dari AFP, Minggu (15/3/2026).
FIA menyebut sejumlah alternatif sebenarnya sempat dipertimbangkan, termasuk kemungkinan mengganti lokasi balapan pada bulan yang sama. Namun pada akhirnya diputuskan tidak akan ada seri pengganti selama April. Keputusan tersebut diambil melalui konsultasi dengan Formula One Group, promotor lokal, serta federasi anggota FIA di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Bahrain dijadwalkan menjadi seri keempat Formula 1 musim ini pada 10-12 April. Sementara Grand Prix Arab Saudi dijadwalkan berlangsung sepekan setelahnya.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat setelah dua pekan terakhir terjadi serangan drone dan rudal dari Iran, menyusul perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Bahrain yang berlokasi tidak jauh dari Iran menjadi salah satu wilayah yang terdampak serangan. Sejumlah drone dan rudal dilaporkan menghantam bangunan, kilang minyak, hingga pangkalan militer Amerika Serikat di negara kecil tersebut.
Arab Saudi juga mengalami sejumlah serangan yang sebagian menargetkan infrastruktur minyak. Negara itu merupakan salah satu eksportir minyak mentah terbesar di dunia sehingga serangan tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi global.
Foto: Formula 1 Grand Prix Australia 2023 di Albert Park di Melbourne (Formula 1 via Getty Images)
Formula 1 Grand Prix Australia 2023 di Albert Park di Melbourne (Formula 1 via Getty Images)
Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan keselamatan seluruh pihak dalam ekosistem Formula 1 menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan ini.
"FIA selalu menempatkan keselamatan dan kesejahteraan komunitas serta rekan kerja kami sebagai prioritas utama. Setelah mempertimbangkan dengan matang, kami mengambil keputusan ini dengan tanggung jawab tersebut," ujarnya.
Ia juga berharap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dapat segera membaik sehingga Formula 1 dapat kembali menggelar balapan di Bahrain dan Arab Saudi pada masa mendatang.
Sementara itu, pembalap Mercedes berusia 19 tahun Kimi Antonelli yang baru saja meraih pole position pada Grand Prix China menyampaikan simpati kepada masyarakat yang terdampak konflik.
"Pikiran kami tertuju kepada orang-orang yang sedang menderita akibat situasi ini. Formula 1 dan FIA akan menangani situasi ini sebaik mungkin untuk memastikan keselamatan semua pihak," ujarnya.
Setelah pembatalan dua seri tersebut, Formula 1 kini dijadwalkan melanjutkan musim dengan Grand Prix Jepang pada 27-29 Maret. Balapan berikutnya akan berlangsung pada Grand Prix Miami pada 1-3 Mei.
Selain Formula 1, balapan pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy yang dijadwalkan berlangsung di Bahrain dan Arab Saudi juga turut dibatalkan.
Di kawasan yang sama, Qatar juga menjadi sasaran serangan. Dampaknya, seri pembuka World Endurance Championship (WEC) yang sedianya digelar pada 26-28 Maret ditunda hingga Oktober.
(wur)
Addsource on Google

4 hours ago
4

















































