Pegawai hotel mengamankan barang-barang milik wisatawan dari gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).(Antara/Gecio Viana)
BANTUAN logistik berupa paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (16/8). Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut dikirimkan melalui jalur udara untuk memastikan distribusi berjalan cepat dan tepat waktu.
"Sebanyak 1.725 paket sembako diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dan mendarat di Maumere. Bantuan tersebut selanjutnya direncanakan didistribusikan kepada masyarakat terdampak di dua wilayah, yakni 1.000 paket untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende," ujar Berton dalam keterangan resminya.
Distribusi melalui Jalur Udara
Penggunaan pesawat Hercules A-1343 dan A-1318 menjadi strategi utama pemerintah dalam menembus tantangan geografis di wilayah terdampak. Selain melalui Maumere, bantuan tiba di Labuan Bajo sebanyak 3.200 paket.
Ribuan paket di Labuan Bajo tersebut dialokasikan untuk lima kabupaten, yakni:
- Kabupaten Manggarai Barat
- Kabupaten Manggarai
- Kabupaten Manggarai Timur
- Kabupaten Ngada
- Kabupaten Nagekeo
Secara akumulatif, total bantuan sembako yang telah dikirimkan hingga 15 Agustus mencapai 4.925 paket dari total rencana 50.000 paket yang disiapkan untuk masyarakat NTT.
Prioritas Penanganan Darurat
Berton menambahkan, saat ini masih terdapat 45.075 paket sembako yang akan dikirimkan secara bertahap. Pengiriman lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan serta hasil asesmen kebutuhan di masing-masing kabupaten.
"BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk pangan, menjadi salah satu prioritas dalam fase awal penanganan darurat," tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan strategi penanganan darurat BNPB yang fokus pada efektivitas rantai pasok logistik dari pusat hingga ke titik pengungsian, guna memastikan warga terdampak mendapatkan dukungan yang memadai selama masa pemulihan awal. (I-2)















































