Begini Cara Menghadapi Bos Toxic Tanpa Harus Resign Saat Ekonomi Sulit

4 hours ago 2

CNN Indonesia

Kamis, 04 Jun 2026 23:00 WIB

Ilustrasi bos memarahi karyawan. Sulit untuk mengajukan resign di tengah ketidakpastian ekonomi? Begini cara menghadapi bos toxic tanpa harus resign. Ilustrasi. Sulit untuk mengajukan resign di tengah ketidakpastian ekonomi? Ketahui cara menghadapi bos toxic tanpa harus resign. (iStockphoto/wichayada suwanachun)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Saat sedang menghadapi ketidakpastian ekonomi, pekerjaan apa pun yang sudah dimiliki menjadi berharga dan sulit ditinggalkan. Soalnya, kini makin sulit menemukan pekerjaan baru di luar sana, sedangkan kita tetap membutuhkan gaji bulanan untuk bertahan hidup.

Tentu situasinya jadi makin sulit jika kamu harus berurusan dengan bos toksik di tempat kerjamu yang sekarang. Penting buat tahu cara menghadapi bos toxic tanpa harus resign di situasi ekonomi seperti sekarang ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara menghadapi bos toxic

Ada banyak perilaku bos toksik yang bisa bikin kita demotivasi kerja. Mulai dari memberikan tuntutan pekerjaan tak masuk akal hingga mencuri ide bawahan.

Mengundurkan diri bisa jadi solusi tercepat. Sayangnya, tak semua orang bisa melakukannya dengan mudah. Jika tidak memungkinkan untuk resign, berikut ini ada beberapa cara menghadapi bos toxic ketimbang kamu menderita dalam diam:

1. Cari sekutu di internal kantor

Mengisolasi diri bisa jadi salah satu cara efektif. Namun lama-kelamaan kamu bisa stres jika tak punya teman di kantor.

Tips dari laman Forbes, cobalah untuk meningkatkan visibilitas diri di kantor. Tunjukkan kinerjamu kepada banyak orang.

Makin banyak orang yang memahami kinerjamu, makin besar pula peluang untuk menemukan sekutu di tingkat yang lebih tinggi.

2. Buat batasan

Kita tentunya tidak bisa mengendalikan sikap bos, tetapi setidaknya kamu bisa mengontrol bagaimana meresponsnya. Misalnya, jika perintah bos sering membuatmu kerja lembur, tegaskan kembali kalau kamu tak bisa bekerja sampai larut malam.

Seiring waktu, kamu mungkin akan mengalami penolakan dari bos mengenai batasanmu. Namun jika itu terjadi, tegaskan batasanmu dengan tenang, jangan cepat menyerah.

3. Diskusi empat mata

Kamu tidak akan tahu di mana letak kesalahanmu jika tidak ada evaluasi. Hal yang sama juga berlaku untuk bos.

Jadi, beranikan diri untuk melakukan diskusi empat mata dengan Si Bos. Sampaikan dengan tenang dan sopan tentang perilaku atau etos kerjanya yang tak bisa kamu ikuti.

Siapa tau, masukan darimu diterima dengan baik oleh bos. Namun jika tidak, bersiaplah untuk membela diri, menetapkan batasan, dan cari dukungan lain.

4. Jangan lupa melakukan dokumentasi

Penting untuk mencatat dan mendokumentasikan segala interaksi dengan bos. Di saat-saat penting, ini bisa jadi bukti untuk membela diri, apalagi jika Si Bos sudah melakukan tuduhan yang bisa merusak kariermu.

"Jika Anda merasa aman, sampaikan kekhawatiran Anda kepada HR atau otoritas yang lebih tinggi. Tetapi bersikaplah strategis, beberapa tempat kerja melindungi pemimpin yang toksik," ujar psikoterapis Israa Nasir, seperti dilansir laman Purewow.

[Gambas:Video CNN]

5. Jangan terlalu dipikirkan

Jika masalahnya adalah gaya bicara bos yang sering menyakitkan hati, cara paling tepat untuk menghadapinya, yaitu tidak terlalu memikirkan perkataannya. Tentu tak semua orang bisa melakukannya.

Namun coba pikirkan alasan di balik perkataan Si Bos yang tak mengenakkan hati. Bisa jadi perilaku mereka didorong oleh rasa insecure dan butuh merendahkan orang lain agar merasa lebih baik.

Jadi, kamu tak perlu merasa tersinggung atau melihatnya sebagai masalah personal, karena terkadang masalahnya bukan ada di kamu.

6. Fokus pada perawatan diri

Bekerja selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan bos toksik tentu bisa berdampak buurk pada kesehatan mental hingga fisik. Jadi, jangan lupa untuk tetap merawat diri di luar pekerjaanmu.

Lakukanlah berbagai aktivitas yang bisa mengisi ulang energimu. Misalnya, rutin melakukan hobi atau berinteraksi dengan teman.

Itu dia beberapa cara menghadapi bos toxic yang ampuh, sehingga kamu tak perlu resign di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ini. Namun jika kamu sudah dapat peluang di tempat lain yang lebih menjanjikan, mengapa tidak dicoba saja?

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |