Bibit Siklon Masih Aktif di Selatan RI, Cek Wilayah Terdampak

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa bibit siklon tropis terpantau masih aktif di wilayah selatan Indonesia dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Bibit Siklon Tropis 90S saat yang terbentuk pada 28 Februari saat ini berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bibit Siklon ini berpeluang Tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah timur dalam periode 24 jam ke depan," tulis BMKG di Instagram, Rabu (4/3).

Bibit siklon tropis ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Selain itu, bibit siklon ini juga berpotensi memicu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, dan gelombang 2,5-4 meter di Samudra Hindia barat Lampung hingga Jawa Tengah, Selat Sunda, serta Samudra Hindia selatan NTB.

Kemudian, ada juga Bibit Siklon Tropis 92P yang terbentuk pada 2 Februari dan saat ini berada di Teluk Carpentaria, sebelah selatan Papua Selatan.

Bibit siklon ini disebut berpeluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Bibit siklon ini diperkirakan bergerak ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan.

92P berpotensi memicu hujan sedang di Pesisir selatan Papua Selatan serta angin kencang di Maluku bagian tenggara dan Pesisir selatan Papua Selatan.

Kemudian, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Banda, perairan Kepulauan Leti - Sermata, perairan Kepulauan Babar - Tanimbar, perairan Kepulauan Kei - Aru, dan Laut Arafura bagian barat

Sementa itu, gelombang lebih tinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian tengah dan timur.

Sedikit lebih jauh dari wilayah Indonesia, Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk pada 2 Maret tengah berada di sekitar perairan Australia Barat.

"Berpeluang Rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat - barat daya dalam periode 24 jam ke depan," kata BMKG.

Meski berpeluang rendah, bibit siklon ini berpotensi memicu gelombang tinggi di Laut Flores, Luat Sawu, dan Samudra Hindia selatan NTT.

"Masyarakat di wilayah terdampak, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas di laut maupun di wilayah pesisir," pungkas BMKG.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |