Petugas bersial memantau penampakan hilal guna menetapkan 1 Ramadhan 1446 H di Masjid Al-Musyariin Basmol, Jakarta, Jumat (28/2/2025). Kementerian Agama (Kemenag) menggelar pemantauan hilal awal Ramadhan 1446 H pada 125 titik di seluruh Indonesia. Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu (1/3/2025). Penetapan awal Ramadhan tersebut diputuskan dalam sidang isbat yang digelar Kemenag.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perdebatan penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri yang kerap berulang di berbagai komunitas Muslim, termasuk di negara-negara Barat, mendorong lahirnya sebuah inisiatif pendidikan yang memadukan sains modern dan tradisi Islam. Di Inggris Raya, Akademi Moonsighters hadir sebagai kursus perintis yang mengajarkan ilmu astronomi sekaligus praktik rukyatul hilal kepada para pemimpin komunitas Muslim.
Program yang didukung Universitas Leeds, Universitas Cambridge, serta organisasi pengamatan bulan New Crescent Society ini melibatkan 38 peserta dari berbagai latar belakang dan daerah di Inggris, sebagaimana dilaporkan BBC.
Para peserta terdiri atas imam, guru, seniman, hingga pelaku usaha, yang selama sembilan bulan dibekali pengetahuan tentang fase bulan dan keterampilan praktis mengamati hilal secara langsung.
Penentuan kalender Islam memang bertumpu pada siklus bulan, dengan awal bulan ditandai oleh terlihatnya bulan sabit pertama. Selama berabad-abad, praktik rukyat menjadi fondasi penentuan Ramadhan dan Idul Fitri.
Namun, di Inggris, keterbatasan cuaca dan kondisi geografis membuat banyak masjid selama ini bergantung pada laporan penampakan hilal dari negara lain, seperti Arab Saudi atau Maroko.
Koordinator proyek sekaligus Direktur New Crescent Society, Imad Ahmed mengatakan, ketergantungan tersebut berakar dari tantangan yang dihadapi generasi awal Muslim di Inggris.

3 hours ago
2

















































