REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Minat investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi atau Real World Assets (RWA) mulai menunjukkan peningkatan. Tren tersebut terlihat dari transaksi Tokenized US Stocks yang meningkat 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat kenaikan transaksi Tokenized US Stocks pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026.
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan perkembangan RWA didukung oleh pertumbuhan ekosistem aset digital serta perubahan preferensi investor. Ia menyebut nilai pasokan stablecoin global kini mencapai sekitar 300 miliar dolar AS, sedangkan nilai pasar RWA telah menyentuh sekitar 30 miliar dolar AS.
Menurut Rania, perkembangan tersebut menjadi fondasi bagi pertumbuhan aset yang ditokenisasi, termasuk Tokenized US Stock.
“Investor kini semakin memahami dari mana imbal hasil berasal dan bagaimana aset tersebut dikelola. Perkembangan stablecoin juga membuka jalan bagi tokenisasi aset lain seperti US Treasury dan saham Amerika Serikat,” ujar Rania, Rabu (12/8/2026).
Rania menilai pertumbuhan RWA juga dipengaruhi perubahan perilaku investor yang semakin selektif dalam memilih instrumen investasi. Selain mengejar imbal hasil, investor mulai memperhatikan transparansi, keamanan, serta kualitas aset yang menjadi dasar investasi.
Menurut Rania, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pasar penting bagi perkembangan RWA di Asia Tenggara. Kepastian regulasi dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat membangun kepercayaan investor sekaligus membuka ruang bagi inovasi aset digital.
“Indonesia memiliki pendekatan regulasi yang cukup progresif dibandingkan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Kehadiran platform aset digital yang telah berizin menunjukkan komitmen regulator dalam membangun ekosistem yang sehat sekaligus memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk mengakses inovasi seperti Tokenized US Stock,” katanya.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan kepastian regulasi dan meningkatnya minat investor menjadi fondasi penting bagi perkembangan RWA di Indonesia. Ia menilai ekosistem yang semakin matang dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk berkembang sebagai salah satu pasar RWA di kawasan.
“Kami sependapat bahwa kepastian regulasi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri. Dengan ekosistem yang semakin matang serta regulasi dan pengawasan yang semakin kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pasar utama RWA di kawasan,” ujar Ryan.
Tren tersebut mulai tercermin dalam aktivitas perdagangan di Bittime. Transaksi Tokenized US Stocks tercatat tumbuh 2,5 kali lipat pada Juli 2026 dibandingkan Juni 2026.
Kolaborasi Bittime dan Ondo Finance saat ini telah menghadirkan 20 Tokenized US Stocks. Beberapa di antaranya mencakup SpaceX (SPCXON), Coinbase (COINON), AMD (AMDON), Amazon (AMZNON), dan Microsoft (MSFTON).
Ryan mengatakan lima Tokenized US Stocks yang paling banyak diminati pengguna Bittime adalah SPCX, NVDA, CRCL, MSTR, dan AAPL. Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut juga didukung fitur Flexible Earn dengan hadiah hingga 7 persen untuk Tokenized AI Stocks.
Menurut Ryan, perkembangan tersebut menunjukkan semakin terbukanya minat investor lokal terhadap instrumen yang memberikan akses ke aset global melalui teknologi blockchain.
Bittime menyatakan akan terus mengembangkan ekosistem investasi digital dengan menghadirkan lebih banyak pilihan aset digital, termasuk Tokenized US Stock, serta fitur spot, futures, dan staking dalam satu platform.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses peluang investasi global secara lebih mudah, aman, dan bertanggung jawab,” kata Ryan.

1 hour ago
4















































