BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Hari Ini

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (15/4), masih akan diguyur hujan. Simak prediksinya.

Menurut BMKG, sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, sejumlah wilayah berstatus waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, meliputi Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Bekasi, dan Kota Depok.

Sementara itu, wilayah Kabupaten dan Kota Bogor berada pada level siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berisiko lebih tinggi terhadap bencana.

BMKG menyebutkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan, luapan sungai, hingga longsor pada level waspada. Sedangkan pada level siaga, risiko meningkat menjadi banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta layanan publik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Warga juga diminta untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta melaporkan kejadian bencana di sekitar mereka.

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," tulis BMKG dalam postingan Istagram, Selasa (14/4).

Menurut BMKG saat ini wilayah Jakarta dan sekitarnya masih dalam periode musim pancaroba, atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Jakarta baru akan memasuki musim kemarau pada dasarian pertama bulan Mei.

"Per hari ini belum masuk kemarau, mulai (masuk kemarau) Mei dasarian pertama," ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/4).

Dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026, BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta memulai musim kemarau pada Mei.

ZOM BantenDKI 15 disebut berpotensi memulai musim kemarau pada Mei dasarian pertama, sedangkan BantenDKI 16 diprediksi masuk musim kemarau pada Mei dasarian kedua. Keduanya disebut memulai musim kemarau lebih cepat satu dasarian dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

ZOM BantenDKI 15 sendiri meliputi Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah), Jakarta Pusat (Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, Tanah Abang ), Jakarta Timur (Jatinegara, Makasar, Pulogadung, Matraman), serta Jakarta Selatan (Kebayoran).

Sementara itu, BantenDKI 16 meliputi Jakarta Selatan (Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagaraksa, Pasar Minggu), Jakarta Timur (Cipayung, Kramatjati, Ciracas, Pasar Rebo).

Dalam buku tersebut beberapa wilayah Jakarta yang masuk dalam ZOM BantenDKI 14 diprediksi telah masuk musim kemarau lebih awal pada April dasarian pertama.

Wilayah tersebut di antaranya Kepulauan Seribu (Kep. Seribu Utara, Kep. Seribu Selatan), Jakarta Barat (Cengkareng, Grogol Petamburan, Kalideres, Tamansari, Tambora), Jakarta Pusat (Gambir, Kemayoran, Sawah Besar), Jakarta Timur (Cakung, Duren Sawit), Jakarta Utara (Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, Tanjungpriok).

Lebih lanjut, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.

BMKG menjelaskan, hujan di dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh berbagai dinamika atmosfer, mulai dari aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO).

Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut," ujar BMKG.

(wpj/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |