Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kapan puncak musim kemarau 2026 dan wilayah mana saja yang paling terdampak. Simak prediksinya.
Menurut prediksi BMKG puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Sejumlah wilayah yang berada di selatan garis khatulistiwa disebut menjadi area yang paling terdampak oleh kemarau panjang tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa musim kemarau mulai datang secara bertahap sejak April hingga Juni, dengan sebagian besar wilayah mulai memasuki kemarau pada Mei.
"Jadi berdasarkan prediksi kami bahwa musim kemarau itu akan datang di Indonesia mulai bulan April, Mei hingga Juni ya, nanti banyak yang datangnya di bulan Mei. Dimulai dari daerah timur Indonesia, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, kemudian Pulau Jawa terutama pesisir, lalu Pulau Jawa yang di dataran tinggi hingga Sumatera bagian selatan," ujar Faisal usai rapat bersama Komisi V DPR, mengutip Detik, Senin (13/4).
Ia menambahkan, pada Juli Indonesia diperkirakan mulai memasuki fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat, yang akan memicu puncak kemarau pada Agustus.
"Sehingga nantinya puncak dari musim kemarau itu di bulan Agustus, ya dominan yang paling banyak daerah di Indonesia itu puncaknya di Agustus," ujarnya.
"Sehingga nantinya musim kemarau di Indonesia datangnya sedikit lebih cepat, sehingga dia lebih panjang dan dibanding dengan rerata klimatologisnya selama 30 tahun terakhir, dia lebih kering," lanjutnya.
Faisal menegaskan, wilayah selatan khatulistiwa akan mengalami dampak paling signifikan, termasuk potensi kekeringan yang lebih panjang.
"Ya, jadi tentunya yang paling banyak terpengaruh adalah utamanya kira-kira ya di bagian selatan Khatulistiwa. Bagian selatan Khatulistiwa," jelasnya.
Selain itu, BMKG juga mengidentifikasi enam provinsi dengan risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Jadi nanti untuk Karhutla sendiri ada enam provinsi yang paling terpengaruh mulai dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan. Nah ini enam provinsi," sambungnya.
Meski telah memasuki musim kemarau, BMKG menegaskan bahwa hujan masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah.
"Jadi apakah musim kemarau akan ada hujan? Ya, hujan kemungkinan juga akan ada gitu, tapi tidak lebih dari 150 milimeter per bulan. Itu yang disebut dia dalam kondisi musim kemarau," paparnya.
"Tapi perlu dicatat nanti ada yang konfirmasi: 'Loh ini di sini masih hujan?' Iya, karena ada yang masuknya di bulan April musim kemaraunya, terutama saya sebut tadi bagian NTT, NTB, Bali, lalu ada yang masuknya nanti bulan Mei nanti daerah-daerah yang lain," tambah Faisal.
Lebih lanjut, Faisal juga menyinggung kondisi cuaca saat Hari Raya Idul Adha, yang diperkirakan berlangsung saat sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
"Tergantung daerahnya. Sebagian sudah masuk musim kemarau, sebagian baru memulai atau ada yang sedikit terlambat. Tapi secara umum hampir 50 persen dari zona musim di Indonesia itu memasuki kemarau lebih cepat ya, lebih cepat di bulan April kira-kira," tuturnya.
(wpj/dmi)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
4

















































