Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, melaporkan sebanyak 84 jiwa masih bertahan di pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Kasemen.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan di Serang, Senin, menyebutkan hingga hari ini total warga terdampak bencana hidrometeorologi mencapai 6.763 jiwa atau 2.223 Kepala Keluarga (KK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi terkini menunjukkan tren surut di beberapa titik, seperti di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Namun di Kecamatan Kasemen, air masih menggenangi pemukiman dengan ketinggian yang cukup bervariasi," ujar Diat.
Berdasarkan data BPBD, wilayah terparah berada di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter.
Hal itu menyebabkan 22 KK atau 84 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang telah didirikan oleh petugas.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas publik penting seperti Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja'ah Al Akhyar.
Secara keseluruhan, kata Diat, tercatat 20 titik kejadian banjir yang merendam sedikitnya 528 rumah warga di empat kecamatan.
"Selain banjir, cuaca ekstrem juga mengakibatkan empat unit rumah warga roboh di Kecamatan Serang dan Walantaka. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian dapur dan ruang tamu akibat hujan deras disertai angin kencang," ucap Diat.
Oersonel BPBD Kota Serang masih disiagakan di lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi, pemantauan debit air, serta pendataan lanjutan. Meskipun cuaca terpantau hujan dengan intensitas ringan, petugas tetap mewaspadai potensi kenaikan air sungai.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta saluran Call Center BPBD Kota Serang guna mengantisipasi dampak bencana lebih lanjut.
(antara/kid)

2 hours ago
1

















































