Bulog: Ada Stok Beras 37 Ribu Ton di NTT untuk Korban Gempa

5 hours ago 6
 Ada Stok Beras 37 Ribu Ton di NTT untuk Korban Gempa ilustrasi(Antara)

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan stok pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa. Persediaan beras di wilayah tersebut saat ini tercatat berkisar antara 35 ribu hingga 37 ribu ton.

Rizal menjelaskan bahwa jumlah tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana dalam waktu dekat. "Sekarang stok aman. NTT itu stoknya antara 35 sampai 37 ribu ton. Jadi kalau nanti masih kurang, kita akan dorong untuk bantu penambahan atau penebalan istilahnya," ujar Rizal saat ditemui usai Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8).

Distribusi Logistik ke Tiap Kabupaten

Guna memastikan distribusi yang merata, Bulog telah menginstruksikan kantor cabang di setiap kabupaten/kota yang terdampak untuk menyiagakan stok logistik secara mandiri. Langkah ini diambil agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi tanpa mengganggu ketersediaan logistik di wilayah lain.

"Saat ini sudah kami perintahkan khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang terdampak untuk men-standby-kan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten/kota. Kemudian ditambah lagi 1.000 liter minyak goreng atau MinyaKita," jelas Rizal.

Selain stok yang sudah tersedia di NTT, Bulog juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kebutuhan. Pasokan tambahan akan didorong dari wilayah terdekat, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Sulawesi Selatan, menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat

Penambahan stok ini merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bertambahnya jumlah pengungsi seiring proses pendataan korban yang masih berlangsung. Rizal menyebutkan bahwa kondisi geografis dan keterbatasan jaringan komunikasi di beberapa titik menjadi alasan Bulog menyiapkan cadangan logistik yang lebih besar dari data kebutuhan awal.

Menariknya, Bulog telah melakukan langkah proaktif dengan menyalurkan bantuan sebelum adanya surat permintaan resmi dari pemerintah daerah setempat. Hal ini dilakukan demi mempercepat operasional dapur umum di lokasi pengungsian.

"Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang berada di lokasi pengungsian maupun tempat penampungan sementara segera memperoleh dukungan logistik. Kami siapkan beras dan minyak goreng agar makanan dapat segera disediakan bagi para pengungsi," tambahnya.

Rizal optimistis bahwa dukungan stok pangan yang memadai akan memperkuat upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak gempa di NTT secara berkelanjutan. Hingga saat ini, penyaluran bantuan dilaporkan berjalan sesuai rencana dengan dukungan penuh dari jajaran Bulog di daerah. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |