Logo FIFA terlihat di kantor federasi sepak bola dunia tersebut.(AFP/Michael Buholzer)
CHIEF Operating Officer (COO) FIFA Kevin Lamour resmi dipecat dari jabatannya seusai secara terbuka menentang Presiden FIFA Gianni Infantino.
Juru bicara FIFA mengonfirmasi pemberhentian tersebut melalui pernyataan resmi bahwa "hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Kepala Operasional telah berakhir pada 17 Agustus 2026."
"FIFA mengucapkan terima kasih kepada Kevin atas pengabdiannya selama dua tahun dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya," tulis pernyataan resmi FIFA.
Keretakan hubungan tingkat tinggi ini dipicu oleh rencana kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE) yang digagas Infantino. Program tersebut berencana menjual 21 persen saham komersial kompetisi FIFA, termasuk ajang Piala Dunia, kepada investor swasta.
Lamour menjadi salah satu pejabat internal terdepan yang menolak keras ide tersebut. Ia menilai staf FIFA telah dikecewakan dan mengkritik tindakan Infantino yang dinilai menguasai federasi demi kepentingan pribadi.
"Jika ini membuat saya kehilangan pekerjaan, biarlah terjadi. Saya bisa tidur nyenyak malam ini," tegas Lamour dalam pernyataan vokalnya sebelum keputusan pemecatan diterbitkan.
Lamour resmi bergabung dengan FIFA pada November 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal UEFA. Di struktur manajemen FIFA, posisi Lamour berada dua tingkat di bawah Infantino.
Meski rencana penjualan saham tersebut akhirnya dibatalkan akibat penolakan masif dari UEFA, Concacaf, hingga AFC, posisi Lamour tetap terdepak. Keputusan FIFA melengserkan mantan pejabat eksekutif UEFA ini kian mempertegas tingginya tensi politik menjelang Pemilihan Presiden FIFA tahun depan.
(BBC/P-4)














































