Bulog Pastikan Distribusi Beras di Kalimantan Tetap Lancar Meski Terkendala Kabut Asap

8 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Perum Bulog memastikan kegiatan distribusi beras di seluruh wilayah Kalimantan tetap berlangsung di tengah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perusahaan melakukan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan petugas dan kelancaran pasokan pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa seluruh program pelayanan kepada masyarakat tetap dijalankan. Namun, pelaksanaan distribusi sangat bergantung pada perkembangan situasi dan imbauan dari pemerintah setempat.

"Jadi, bersamaan dengan adanya gangguan asap dari dampak kebakaran hutan dan lahan, Bulog tetap melaksanakan program seperti biasa. Namun dengan kondisi saat ini, kami menyesuaikan dengan imbauan-imbauan dari pemerintah," kata Rizal di Jakarta, Selasa malam.

Penyesuaian Operasional di Lapangan

Rizal menjelaskan bahwa beberapa daerah, seperti Sampit, sempat menghentikan pelayanan sementara. Hal ini disebabkan oleh jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut asap sehingga aktivitas distribusi harus dihentikan demi keselamatan petugas lapangan.

Kondisi penghentian tersebut bersifat sementara. Bulog terus memantau perkembangan cuaca dan akan kembali menjalankan pelayanan ketika jarak pandang membaik sehingga distribusi dapat berlangsung secara aman.

Bulog juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan dapat terpenuhi.

Koordinasi tersebut bertujuan untuk menghitung kebutuhan bantuan bencana. Dengan demikian, penyaluran cadangan pangan pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai permintaan yang disampaikan melalui pemerintah daerah masing-masing secara bertahap.

Stok dan Keamanan Gudang

Rizal mempersilakan pemerintah daerah untuk mengajukan kebutuhan bantuan apabila diperlukan. Bulog menyatakan siap memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak kabut asap di Kalimantan maupun wilayah gempa seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola secara nasional mencapai 4,9 juta ton hingga 1 September 2026. Meski demikian, Rizal tidak menyebutkan secara rinci jumlah stok beras yang tersedia di wilayah Kalimantan.

Lebih lanjut, Rizal memastikan seluruh gudang Bulog di wilayah Kalimantan berada dalam kondisi aman. Lokasi gudang yang jauh dari kawasan hutan membuatnya tidak terdampak kebakaran maupun ancaman api selama penanganan bencana berlangsung.

Selain menjaga keamanan gudang, Bulog terus memastikan kualitas dan ketersediaan stok beras tetap terpelihara. Hal ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa gangguan berarti selama kondisi darurat akibat kabut asap.

Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mendorong distribusi beras menuju titik penyaluran selama kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan. "Kami distribusi menyesuaikan dengan kondisi. Apabila cuaca juga memungkinkan dan jarak pandang memungkinkan, kami akan dorong sampai ke tempat-tempat pendistribusian," pungkas Rizal.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |