Jakarta, CNN Indonesia --
Jet tua Iran F-5 menjadi sorotan usai menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Camp Buehring, pada akhir April lalu.
Sejumlah jet tempur F-5 Iran punya usia yang sangat tua, diproduksi dan beroperasi antara 1960-an hingga 1970-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Camp Buehring mengalami kerusakan parah imbas serangan jet tempur F-5 Tiger II, hingga drone Iran.
Menurut berbagai sumber, Iran menargetkan landasan pacu pesawat, sistem radar canggih, lusinan pesawat, pusat komando, hangar, hingga infrastruktur satelit komunikasi milik AS di sejumlah negara di Timur Tengah.
Jet generasi kedua F-5 Tiger II Iran mampu menembus pertahanan berlapis tersebut. Pilot berhasil menghindari sistem pertahanan dan menjatuhkan bom.
Beberapa media melaporkan pilot yang ahli dikombinasikan dengan taktik jitu jadi kunci sukses Iran menggempur pangkalan militer AS di Kuwait.
Menurut laporan Eurasiatimes, Iran kemungkinan melancarkan serangan-serangan salvo atau bersamaan ke pangkalan itu menggunakan drone dan rudal sehingga membuat sistem pertahanan udara di Camp Buehring 'kewalahan.'
Jet-jet tempur Iran pun turut menerobos pertahanan dengan ketinggian sangat rendah sehingga sulit terdeteksi radar canggih pangkalan AS itu yang kerepotan menepis rudal dan drone.
Camp Buehring padahal punya reputasi pangkalan dengan perlindungan ketat karena memiliki Rudal Patriot, jangkauan radar canggih, hingga pengawasan regional.
AS dan Israel meluncurkan perang ke Iran pada 28 Februari. Operasi ini menyebabkan pemimpin tertinggi hingga pejabat top pertahanan Iran tewas.
Iran lalu melakukan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer di negara-negara Teluk termasuk di Kuwait.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































