Cara Kilat Atasi Kecanduan Anak pada Gawai

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemandangan anak-anak yang terpaku pada layar ponsel di restoran, ruang tamu, bahkan saat berkumpul keluarga kini menjadi hal yang lumrah. Namun, di balik diamnya mereka, tersimpan kekhawatiran besar tentang "kecanduan gawai" yang kian menghantui.

Kabar baiknya, jerat digital ini bukanlah harga mati. Kecanduan gawai pada anak ternyata dapat dihentikan dalam waktu yang relatif singkat, asalkan ada satu bumbu rahasia yang tak boleh ditawar yaitu konsistensi orang tua. Memutus ketergantungan anak pada gawai memang menantang, namun bukan misi yang mustahil.

Dokter anak dan ahli tumbuh pembang pediatri sosial Dr dr Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH menyebut proses itu umumnya membutuhkan waktu sekitar dua pekan hingga satu bulan. “Sebenarnya untuk menghentikan, berdasarkan pengalaman pasien-pasien, biasanya membutuhkan 1-2 pekan kalau kita hentikan sama sekali, walau itu mungkin akan membuat anak sedikit cranky (rewel atau mudah marah),” ujar Bernie saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Bernie, reaksi awal seperti rewel merupakan hal yang wajar karena anak terbiasa mendapatkan stimulasi cepat dan menyenangkan dari gawai. Hal ini berkaitan dengan pelepasan dopamin di otak yang membuat anak ingin terus mengulang aktivitas tersebut.

“Ini yang akhirnya anak akan berusaha lagi untuk mendapatkan hal itu. Lagi dan lagi akhirnya akan terjadi kecanduan atau ketergantungan juga adiksi terhadap kegiatan tersebut,” kata dokter yang juga Ketua Bidang 3 Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, orang tua disarankan tidak hanya menghentikan penggunaan gawai, tetapi juga mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang menarik. Kegiatan fisik, permainan tradisional, hingga aktivitas sederhana di rumah dapat menjadi alternatif.

“Orang tua harus mengalihkan. Orang tua juga harus mengajak melakukan sesuatu yang cukup menarik juga bagi anak, sehingga anak tertarik untuk melakukannya,” ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |