Alin.(Dok Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/Rusman)
MENDAPAT kesempatan menghadiri upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan menjadi pengalaman yang tidak mudah diperoleh bagi sebagian masyarakat. Demi mendapatkan undangan, mereka harus mengikuti sistem perebutan atau war secara daring. Bahkan, sejumlah warga baru berhasil memperoleh tiket setelah berulang kali mencoba selama beberapa hari.
Antusiasme tersebut terlihat nyata di Gedung Krida Bhakti, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Sabtu (15/8). Mengutip siaran pers BPMI Setpres, sejumlah penerima undangan mendatangi lokasi untuk mengambil tiket fisik yang sebelumnya mereka peroleh melalui pendaftaran daring.
Perjuangan Berhari-hari demi Undangan
Salah satu warga yang beruntung ialah Alin, seorang model asal Serang, Banten. Ia bercerita baru berhasil mendapatkan undangan pada hari kedua setelah ikut memperebutkannya secara daring dengan penuh perjuangan.
"Jujur susah banget. Ini benar-benar perjuangan banget. Aku tuh sebenarnya sudah pasang alarm ya, cuma ketiduran. Pas hari kedua begitu aku bangun, aku langsung nge-war dan ternyata dapat," ujar Alin saat ditemui pada Minggu (16/8).
Alin bahkan menyiapkan busana khusus yang akan dikenakan saat upacara berlangsung. Ia mengaku sangat tidak sabar karena Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara. "Pastinya kagum banget ya dan pasti kayak aku sudah ngefans banget, pengin banget foto sebenarnya ya. Aku merasa sangat excited dan bangga banget sama Pak Prabowo," ungkapnya.
Kisah serupa dialami Ilham, pengemudi ojek daring asal Lampung yang kini tinggal di Cipondoh, Tangerang. Selama lima hari pertama, ia terus mencoba namun selalu gagal. Kesempatan baru terbuka baginya setelah muncul informasi mengenai penambahan kuota dari pemerintah.
"Pas ada info dari Menteri Sekretaris Negara katanya ada tambahan, jadi stay lagi tuh di hari Selasa, tanggal 11. Akhirnya alhamdulillah dapat," kata Ilham. Ia mengaku paling menantikan atraksi pesawat tempur yang biasanya hanya ia saksikan melalui layar televisi.
Momen Haru dan Faktor Keberuntungan
Antusiasme yang sama dirasakan oleh Nurul, warga Jakarta Pusat, dan Aulia dari Bekasi. Bagi Nurul, momen yang paling ingin ia rasakan secara langsung adalah saat lagu Mengheningkan Cipta dikumandangkan. "Kalau aku jujur pengin dengerin lagu Mengheningkan Cipta secara langsung, kayaknya bikin merinding ya," tuturnya.
Di sisi lain, pengalaman berbeda dialami oleh Bagas Prasetyo. Karyawan swasta asal Sukabumi ini mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan undangan. Bagas hanya bersiap lima menit sebelum pendaftaran dibuka dan langsung berhasil pada percobaan pertama.
"Dibilangin kok saya memang hoki, karena saya lima menit mau mulainya baru siap-siap. Langsung dapat. Orang kan berkali-kali refresh tidak dapat-dapat, aku sekali masuk langsung isi data, beres semua langsung terkirim," kata Bagas.
Saat mengambil undangan di Gedung Krida Bhakti, Bagas juga menilai prosesnya sangat cepat dan teratur, berbeda dengan kabar mengenai antrean panjang yang sempat ia dengar sebelumnya.
Berbagai kisah ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat terhadap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sangat tinggi. Meski melalui pengalaman yang berbeda--mulai dari yang harus menanti penambahan kuota hingga yang mengandalkan keberuntungan--mereka memiliki tujuan yang sama: menjadi saksi sejarah dan menikmati langsung atmosfer kemerdekaan di Istana Kepresidenan. (I-2)















































