REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakta keamanan AUKUS memasuki fase baru yang lebih konkret. Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir dari Australia dalam waktu dekat, menandai percepatan implementasi strategi militer Barat di Indo-Pasifik di tengah meningkatnya rivalitas dengan China.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Samuel Paparo, komandan tertinggi AS untuk Indo-Pasifik, dalam sidang di hadapan komite Kongres di Washington. Ia menegaskan bahwa keberadaan pangkalan kapal selam nuklir di Australia memiliki nilai strategis yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan kawasan.
“Memiliki pangkalan kapal selam di Samudra Hindia sangat penting,” ujar Paparo. Ia menambahkan bahwa fasilitas di HMAS Stirling telah menunjukkan kemajuan signifikan untuk mendukung operasi kapal selam nuklir.
Menurutnya, dengan kesiapan infrastruktur, mulai dari dermaga, pasokan listrik dari darat, hingga fasilitas pendukung lainnya, Amerika Serikat secara teknis dapat segera mengoperasikan kapal selam dari Australia. “Dengan fasilitas yang ada, kita bisa siap hari ini untuk mengoperasikan kapal selam dari Australia besok,” katanya, sebagaimana diberitakan News dan beberapa kantor berita Australia.
Pangkalan HMAS Stirling dijadwalkan menjadi titik utama pangkalan kapal selam AS dan Inggris mulai tahun depan, sebagai bagian dari tahap awal implementasi AUKUS. Selain kesiapan fasilitas, Paparo juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia Australia yang dinilai telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam pelatihan dan operasi kapal selam.
Dalam kerangka jangka panjang, Australia direncanakan akan memperoleh kapal selam nuklir, termasuk pembelian kapal selam kelas Virginia dari Amerika Serikat pada dekade 2030-an. Kesepakatan ini merupakan bagian dari proyek AUKUS senilai sekitar 368 miliar dolar AS yang menjadi pilar utama strategi pertahanan Australia abad ke-21.
Namun, di balik percepatan implementasi tersebut, terdapat tantangan besar di sisi industri pertahanan Amerika Serikat. Departemen Pertahanan AS baru-baru ini memberikan kontrak senilai sekitar 197 juta dolar AS untuk mendukung pengembangan kapal selam nuklir Australia, sebagai bagian dari implementasi awal AUKUS.
Kontrak tersebut mencakup pekerjaan rekayasa dan desain untuk mendukung transfer kemampuan kapal selam nuklir dari AS ke Australia. Nilainya dapat meningkat hingga sekitar 930 juta dolar AS jika seluruh opsi dalam kontrak diaktifkan.
Kontrak ini diberikan kepada General Dynamics Electric Boat, kontraktor utama Angkatan Laut AS yang bertanggung jawab atas pembangunan kapal selam di galangan Groton, Connecticut. Perusahaan tersebut bahkan berencana merekrut sekitar 4.600 pekerja tambahan untuk mengatasi keterlambatan produksi.

3 hours ago
3

















































