OJK Pastikan Bank Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Volatilitas Kurs

2 hours ago 2

OJK: Bank bisa penuhi kebutuhan valas tanpa picu volatilitas kurs.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa bank memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan valuta asing (valas) nasabah tanpa menimbulkan kerentanan terhadap volatilitas nilai tukar. Hal ini didukung oleh posisi devisa neto perbankan yang berada dalam batas prudensial sebesar 1,46 persen pada Februari 2026.

Menurut Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, pihaknya memastikan bank memiliki manajemen risiko likuiditas valas yang kuat. Ini mencakup pengaturan dan pemantauan rasio likuiditas seperti liquidity coverage ratio (LCR) valas dan pemantauan PDN untuk menilai kecukupan buffer dalam memenuhi kebutuhan valas jangka pendek.

OJK juga menjalin koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) guna memastikan ketersediaan likuiditas valas di perbankan domestik tetap memadai. Pendekatan ini dilakukan untuk melayani kebutuhan korporasi yang memiliki utang luar negeri dan menjaga stabilitas pasar valas domestik melalui instrumen moneter seperti swap, repo, dan intervensi pasar.

Pengelolaan Aset dan Liabilitas

OJK menginstruksikan bank untuk melakukan pengelolaan aset dan liabilitas (asset-liability management) secara prudent, menjaga keseimbangan antara sumber pendanaan valas dan penyaluran kredit valas. Per Februari 2026, dana pihak ketiga (DPK) valas tercatat sebesar Rp1.525 triliun, sementara kredit valas mencapai Rp1.241 triliun, menjadikan LDR valas 81,35 persen.

Selain itu, bank didorong untuk mendiversifikasi sumber pendanaan valas melalui DPK valas, pinjaman antarbank, dan akses pasar global. OJK juga mengingatkan korporasi yang memiliki utang luar negeri untuk mematuhi prinsip kehati-hatian seperti hedging dan menjaga kualitas utang guna mengurangi risiko nilai tukar.

Dengan penguatan internal perbankan, sinergi dan koordinasi kebijakan, serta pengelolaan risiko di sisi korporasi, OJK memastikan kebutuhan likuiditas valas dapat dipenuhi tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |