Data Tourism Australia menunjukkan lebih dari separuh wisatawan Indonesia mempertimbangkan berkunjung ke Australia dalam empat tahun ke depan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Daya beli masyarakat mulai menunjukkan pemulihan. Hal ini tercermin dari meningkatnya minat perjalanan ke luar negeri, khususnya ke Australia.
Data Tourism Australia menunjukkan lebih dari separuh wisatawan Indonesia mempertimbangkan berkunjung ke Australia dalam empat tahun ke depan.
Antusiasme tersebut terlihat dalam pameran perjalanan yang digelar di Jakarta pada 23–26 April 2026. Pengunjung memadati lokasi untuk mencari tiket dan paket wisata dengan berbagai promo.
Sejumlah penawaran diberikan, antara lain tiket pesawat ke Australia mulai sekitar Rp7 juta, cicilan tanpa bunga, hingga potongan harga untuk transaksi tertentu.
Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA Norisa mengatakan, pameran ini menjadi bagian dari upaya mempermudah masyarakat merencanakan perjalanan. “Kami berharap dapat memberikan pengalaman transaksi optimal bagi nasabah, mulai dari tahap perencanaan hingga pulang dari Negeri Kanguru,” ujarnya Kamis (24/4/2026).
Sementara itu, Regional General Manager Tourism Australia untuk Asia Selatan dan Tenggara Jennifer Doig menyebut minat wisatawan Indonesia terus meningkat, seiring perubahan tren liburan. “Kami melihat tren ini melalui meningkatnya sportcations, di mana semakin banyak wisatawan Indonesia yang ingin menggabungkan kecintaan mereka terhadap olahraga dengan pengalaman liburan,” ungkapnya.
Selain faktor harga, pengunjung juga memanfaatkan pameran untuk berkonsultasi dengan agen perjalanan dalam menyusun rencana liburan, termasuk paket keluarga dan wisata ramah Muslim.
Di sisi lain, transaksi perjalanan semakin terdorong ke kanal digital, seiring kemudahan pembayaran dan promo yang ditawarkan selama pameran berlangsung.

2 hours ago
2
















































