Dampak Krisis Iran Menjalar ke Irak, Peziarah Najaf Kian Menyusut

2 hours ago 2

Warga Iran berjalan di samping papan reklame bertuliskan Iran Tanah Air Kami di Lapangan Enqelab di Teheran, Iran, 13 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,NAJAF — Kejatuhan riyal Iran tak hanya memiskinkan warganya, tetapi juga memukul roda ekonomi di negara lain. Di Najaf, kota suci di Irak, para pedagang yang bergantung pada peziarah asal Iran kini kesulitan bertahan.

Pedagang tasbih di pasar Najaf, Ahmed Salam, terpaksa menjual satu dari dua tokonya untuk melunasi utang. “Kami adalah pasar yang paling bergantung pada pengunjung Iran. Saya dulu memiliki dua toko, tetapi saya menjual satu. Sekarang saya berisiko meninggalkan pekerjaan ini karena tidak sanggup menanggung utang, karena sanksi yang dijatuhkan (kepada Iran) berdampak pada kami,” ungkapnya, dikutip dari Reuters, Kamis (15/1/2026).

Jumlah peziarah asal Iran pun merosot tajam. Pada 2023, sekitar 3.000 hingga 3.500 orang datang setiap hari ke Najaf. Kini, pada hari-hari tertentu, jumlahnya hanya 100 hingga 250 orang.

Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Najaf Saib Radhi Abu Ghanem menyebut penurunan ini memukul sektor pariwisata dan tenaga kerja. “Pada 2020 ada 350 hotel di Najaf, tetapi sekarang tinggal 250. Artinya, 100 hotel tidak lagi menjadi bagian dari sektor pariwisata, dan para pekerja serta karyawannya dirumahkan, yang secara signifikan menambah pengangguran,” ungkapnya.

Menurut Abu Ghanem, volatilitas nilai tukar membuat warga Iran menahan diri untuk bepergian. “Satu hari perjalanan bisa menelan biaya 200 dolar AS, keesokan harinya bisa naik menjadi 220 dolar AS. Hal ini memberi tekanan finansial kepada mereka,” ujarnya.

Di dalam negeri, riyal Iran terpuruk ke level terendah sepanjang sejarah. Sepanjang 2025, mata uang tersebut kehilangan hampir setengah nilainya terhadap dolar AS. Tekanan ini memperdalam krisis ekonomi akibat sanksi Barat selama bertahun-tahun yang menyasar pendanaan program nuklir Teheran.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |