Ilustrasi(Dok Istimewa)
INDUSTRI interior, eksterior, dan arsitektur Indonesia terus berkembang seiring perubahan kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan ruang komersial.
Material bangunan kini tak lagi sekadar dituntut kuat dan fungsional, tapi juga harus mampu menjawab kebutuhan desain, estetika, efisiensi, serta gaya hidup modern.
Perubahan itu membuka peluang bagi industri material guna menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat ekosistem nasional yang menghubungkan produsen, arsitek, desainer, aplikator, developer, dan pengguna akhir.
Direktur Altara Indonesia Andy Wijaya menyampaikan perubahan perilaku pasar membuat pelaku industri harus melihat material secara lebih luas. Menurut dia, material kini menjadi bagian penting dari proses kreatif dalam membentuk karakter sebuah ruang.
“Sekarang material bukan hanya berbicara mengenai fungsi. Bagaimana material tersebut bisa menjawab kebutuhan estetika, karakter ruang, dan gaya hidup modern menjadi semakin penting,” ujar Andy dalam Grand Opening Altara Gallery di kawasan Kapuk, Jakarta Barat.
Menurut Andy, tren tersebut menjadi peluang untuk mendorong penggunaan sintered stone di berbagai kebutuhan interior dan arsitektur. Material itu dapat diaplikasikan antara lain untuk flooring, wall cladding, kitchen countertop, island, vanity, dining table, dan berbagai elemen desain lainnya.
Ia menyampaikan perkembangan industri juga membutuhkan ruang yang memungkinkan para profesional melihat langsung karakter dan penerapan material, bukan sekadar melalui katalog.
Karena itu, Gallery di Kapuk dikembangkan dengan konsep platform dan one stop gallery yang memungkinkan pengunjung mengeksplorasi berbagai desain dan aplikasi material secara lebih imersif.
“Yang ingin kami hadirkan adalah pengalaman. Para arsitek, interior designer, aplikator, developer, dan pengguna bisa melihat bagaimana sebuah material diterapkan dan bagaimana material itu diterjemahkan menjadi bagian dari sebuah konsep ruang,” kata Andy.
Bertema The Art of Timeless Luxury Through Smart Design, perusahaan memperkenalkan pendekatan Luxury Within Reach. Konsep ini menempatkan kemewahan bukan semata-mata pada mahalnya sebuah material, melainkan pada ketepatan pilihan, kualitas, desain, serta kemampuan ruang untuk tetap relevan dalam jangka panjang.
Andy mengatakan pendekatan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan konsumen dan profesional desain yang semakin mempertimbangkan nilai jangka panjang sebuah proyek.
“Luxury tidak selalu berarti sesuatu yang sulit dijangkau. Dengan pilihan material tepat, desain yang thoughtful, kualitas yang dapat diandalkan, dan penerapan yang tepat, sebuah ruang bisa tetap memiliki nilai dan karakter dalam jangka panjang,” tuturnya.
Beragam karakter material juga diperkenalkan untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada pasar. Mulai dari glossy, matte, texture, translucent, bookmatch, series, satin, velvet hingga crystal, tersedia untuk disesuaikan dengan kebutuhan konsep desain.
Andy menambahkan perkembangan industri material nasional tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemilik produk dengan arsitek, desainer, aplikator, dan developer diperlukan guna menciptakan standar baru dalam penggunaan material di Indonesia.
Selain memperluas pilihan material, perusahaan juga mulai membangun jaringan kemitraan melalui Partnership Program. Program ini diarahkan untuk membuka peluang kerja sama dengan para profesional dan pelaku bisnis pada sektor interior, eksterior, dan arsitektur.
Menurut Andy, pembangunan ekosistem jadi salah satu strategi penting untuk menciptakan hubungan bisnis jangka panjang sekaligus memberikan ruang bagi para mitra untuk berkembang bersama.
“Industri ini membutuhkan ekosistem. Brand tak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan arsitek, interior designer, aplikator, developer, dan partner lainnya. Karena itu, kolaborasi jadi bagian penting strategi kami,” katanya.
Dalam jangka panjang, perusahaan membidik posisi sebagai salah satu pemain utama sintered stone di Indonesia dengan mengembangkan integrated distribution platform dan pengalaman showroom berkelas dunia.
Strategi tersebut mencakup penguatan jaringan distribusi nasional, pengembangan platform digital, serta penyediaan produk berkualitas global dengan harga yang kompetitif.
Andy menyampaikan penguatan distribusi menjadi penting agar inovasi material tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas di Indonesia.
“Visi kami bukan hanya membangun showroom, tetapi membangun platform distribusi dan ekosistem yang dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kami ingin memberikan nilai bagi customer, partner, serta industri secara lebih luas,” pungkasnya.(H-2)















































