Dari Petani, Yopanda Menemukan Arti Merdeka

2 hours ago 6
Dari Petani, Yopanda Menemukan Arti Merdeka ilustrasi(Aqua)

Bagi Yopanda, makna kemerdekaan tidak berhenti pada terbebasnya bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti memiliki kehidupan yang lebih pasti, kesempatan belajar yang lebih luas, serta ruang untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki taraf hidup.

Pria berusia 38 tahun itu sebelumnya menjalani kehidupan sebagai petani dan pekerja serabutan. Penghasilannya sangat bergantung pada cuaca dan musim panen. Kondisi tersebut berubah ketika ia mulai terlibat dalam pembangunan fasilitas industri di Tanggamus, Lampung. Saat proyek pembangunan berlangsung, Yopanda bergabung dengan tim engineering. Pengalaman tersebut menjadi pintu masuk baginya untuk mengenal lingkungan kerja industri yang memiliki aturan, jadwal, dan prosedur berbeda dari kesehariannya sebagai petani.

Dari pengalaman itu pula muncul keinginannya untuk meningkatkan pendidikan. Ketika melihat rekan-rekannya menggunakan komputer dan laptop dalam pekerjaan, Yopanda terdorong untuk mempelajari kemampuan serupa. Saat itu, ia belum memiliki ijazah setara SMA.

"Saya lihat teman-teman di engineering bisa menggunakan komputer dan laptop. Dari situ saya tergerak, saya juga ingin bisa. Ketika ada program Paket C, saya ikut karena ingin mendapat ijazah sekaligus menambah pengetahuan," cerita Yopanda.

Kesempatan mengikuti program Paket C kemudian membawanya kembali ke bangku belajar. Ia menjadi salah satu dari sekitar 20 warga yang mengikuti program tersebut. Di sela pekerjaan, Yopanda mengikuti kegiatan belajar dua kali setiap pekan hingga akhirnya memperoleh ijazah setara SMA.

Kini, setelah sekitar satu dekade bekerja di lingkungan industri, Yopanda dipercaya menempati posisi supervisor. Ia tidak hanya berhasil mendapatkan pendidikan formal yang sebelumnya belum dimiliki, tetapi juga semakin terbiasa menggunakan komputer dalam menjalankan pekerjaannya.

Perubahan yang dialaminya tidak sebatas pendidikan dan pekerjaan. Beralih dari dunia pertanian ke industri juga membuat Yopanda mengenal kedisiplinan waktu, prosedur operasional, serta pentingnya keselamatan kerja.

Menurut Yopanda, kebiasaan tersebut bahkan terbawa ke aktivitasnya di luar pekerjaan. Kesadaran mengenai keselamatan kini tetap ia terapkan ketika kembali berkegiatan di kebun.

"Dulu ketika bekerja sebagai petani, kami tidak terlalu mengenal aturan keselamatan seperti di industri. Setelah bekerja di sini, kami jadi lebih peduli. Bahkan ketika sedang libur dan pergi ke kebun, tanpa sadar kebiasaan tentang keselamatan itu ikut kami terapkan," ujarnya.

Perubahan lain yang paling dirasakan Yopanda berkaitan dengan kondisi ekonomi. Jika sebelumnya pendapatan bergantung pada hasil panen dan musim, kini ia memiliki penghasilan yang lebih stabil serta dapat direncanakan.

Menurutnya, keberadaan aktivitas industri juga memberi dampak kepada warga lain di sekitarnya. Peluang ekonomi muncul melalui berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan industri hingga berkembangnya usaha kecil di sekitar kawasan, seperti warung makan.

Perjalanan Yopanda menjadi gambaran perubahan kehidupan seseorang yang berawal dari sektor pertanian, kemudian memperoleh kesempatan mengembangkan pendidikan dan keterampilan. Bagi dirinya, kondisi tersebut memberikan kebebasan dari ketidakpastian pendapatan, keterbatasan pendidikan, sekaligus membuka peluang untuk terus bertumbuh.

Perubahan serupa juga diupayakan melalui berbagai kegiatan bersama masyarakat di Tanggamus. Salah satu pendekatan yang digunakan mengacu pada filosofi lokal Begawi Jejama, yang bermakna bekerja bersama dan bergotong royong.

Sejak 2016 hingga 2026, lebih dari 11.000 pohon telah ditanam bersama masyarakat di kawasan hulu Pegunungan Tanggamus. Selain itu, sekitar 700 rorak atau lubang resapan air turut dibangun untuk membantu memperkuat kawasan tangkapan air, menekan potensi erosi, dan menjaga sumber daya air.

Upaya tersebut juga disertai pendampingan bagi petani kopi agar produktivitas mereka meningkat melalui metode budidaya yang lebih memperhatikan kelestarian lingkungan.

Di kawasan hilir, Taman Kehati Galih Batin dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus sarana pembelajaran mengenai lingkungan. Area tersebut memiliki luas sekitar 3,2 hektare. Penelitian yang dilakukan bersama Universitas Lampung pada 2025 mencatat indeks keanekaragaman hayati sebesar 3,16, yang termasuk kategori tinggi. Sedikitnya enam spesies tumbuhan endemik dan 22 jenis burung telah ditemukan di kawasan tersebut.

Akses terhadap air bersih dan sanitasi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Melalui program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), sebanyak 1.037 warga telah memperoleh manfaat dari penyediaan 203 sambungan air bersih yang tersalurkan langsung ke rumah-rumah.

Selain menyediakan akses air, kegiatan tersebut mencakup edukasi mengenai sanitasi serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuannya agar peningkatan akses terhadap fasilitas dasar berjalan seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat.

Pengelolaan lingkungan juga dilakukan melalui program Sampahku Tanggung Jawabku. Hingga 2026, program tersebut telah menangani sekitar 378 ton sampah plastik. Kegiatan lain mencakup pendidikan lingkungan di sekolah, pendampingan kelompok wanita tani, serta pembinaan pelaku usaha mikro agar produk lokal memiliki nilai tambah.

Kegiatan sosial juga dilakukan bersama masyarakat melalui berbagai aktivitas, seperti pemberian santunan kepada anak yatim piatu, penyediaan fasilitas air bersih di sejumlah rumah ibadah, dan edukasi mengenai pengelolaan sampah.

Di lingkungan internal, pembinaan karakter dilakukan secara rutin bersama tokoh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus menjaga hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

Bagi Teguh Santoso, Kepala Pabrik Aqua Tanggamus, perjalanan Yopanda menunjukkan bahwa kemerdekaan juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memperoleh kesempatan dan meningkatkan kemandirian. Ia menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui masyarakat yang memiliki ruang untuk berkembang.

"Bagi kami, semangat kemerdekaan hari ini adalah tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik dan mendorong setiap individu dapat menjadi versi terbaik mereka. Kisah Yopanda adalah salah satu contohnya, dan kami ingin Pabrik Aqua Tanggamus terus menjadi bagian dari perjalanan itu. Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia," pungkas Teguh. (E-3) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |