Pemerintah Percepat Pemulihan Gempa M7,7 Flores, 54 Orang Meninggal Dunia

2 hours ago 5
Pemerintah Percepat Pemulihan Gempa M7,7 Flores, 54 Orang Meninggal Dunia Menko PMK Pratikno (kanan) saat menghadiri upacara peringatan HUT RI ke 81 di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8).(Dok. Istimewa)

PEMERINTAH mempercepat langkah penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (17/8) siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 54 jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak. Hal tersebut disampaikan di sela-sela Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai.

"Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ujar Pratikno. Ia menambahkan bahwa penanganan dilakukan secara terintegrasi, termasuk menyisir wilayah terisolasi seperti Kecamatan Palue di Kabupaten Sikka dan Kecamatan Reo di Manggarai.

Distribusi Logistik dan Armada

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa dukungan logistik diperkuat melalui Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebanyak 50.000 paket bantuan Presiden RI telah disalurkan melalui dua posko utama di NTT.

Posko Utama Wilayah Cakupan Layanan
Posko Labuan Bajo Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada
Posko Maumere Sikka, Ende, Nagekeo

Untuk mengatasi kendala geografis, pemerintah menyiagakan total 11 pesawat (6 di Labuan Bajo dan 5 di Maumere) serta helikopter untuk evakuasi medis. Jalur laut juga dioptimalkan dengan pengoperasian kapal Pelni dan feri, sementara jalur darat didukung mobilisasi truk logistik besar.

Prioritas Pendataan Kerusakan

Terkait pemulihan infrastruktur, BNPB menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel by name by address. Suharyanto menekankan bahwa perbaikan tidak perlu menunggu pendataan rampung 100 persen.

Prioritas Penanganan Kerusakan:

  • Rumah masyarakat (Rusak Ringan, Sedang, Berat).
  • Fasilitas umum (seperti Kantor Bupati).

"Begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," tegas Suharyanto. Saat ini, pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis di lapangan. (PO/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |