HUT ke-81 RI di NTT Digelar Sederhana sebagai Empati Gempa Flores

2 hours ago 4
HUT ke-81 RI di NTT Digelar Sederhana sebagai Empati Gempa Flores Gubernur NTT Melkiades Laka Lena memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI di Kupang, Senin (17/8).(MI/Palce Amalo)

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8) pagi secara sederhana. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di wilayah Flores yang tengah berduka akibat bencana gempa bumi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, rangkaian acara tambahan yang biasanya menyemarakkan peringatan kemerdekaan, seperti sambutan khusus, acara kenegaraan, hingga pesta rakyat, ditiadakan sepenuhnya. Upacara hanya difokuskan pada prosesi pengibaran bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat.

Bentuk Solidaritas dan Empati

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa keputusan untuk menyederhanakan peringatan HUT RI tahun ini didasari oleh kondisi masa tanggap darurat yang masih dihadapi masyarakat Flores pascagempa. Ia menyatakan bahwa tidak ada agenda seremonial lain setelah upacara bendera selesai dilaksanakan.

“Diselenggarakan secara khidmat dan sederhana. Setelah acara ini tidak ada acara apa pun lagi, khusus hanya upacara bendera,” ujar Melki kepada wartawan seusai upacara di Kupang, Senin (17/8).

Selain meniadakan pesta, rangkaian upacara juga berlangsung tanpa adanya sambutan formal maupun acara toast kenegaraan yang biasanya menjadi tradisi tahunan. Kebijakan serupa juga diterapkan pada upacara penurunan bendera yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari.

Imbauan untuk Kepala Daerah di Flores

Meskipun dalam suasana duka dan keterbatasan, Gubernur Melki tetap mengimbau para kepala daerah di seluruh daratan Flores untuk tetap melaksanakan upacara bendera. Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap hari kemerdekaan tetap harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah yang terdampak bencana.

“Kami juga sudah mengimbau teman-teman kepala daerah seluruh daratan Flores, kalau bisa dilakukan walaupun sangat sederhana sekalipun, tetap upacara bendera Merah Putih ke-81 tetap diselenggarakan,” tambahnya.

Data terkini menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan di Flores masih fluktuatif, dengan ribuan warga masih bertahan di pengungsian. Kesederhanaan HUT ke-81 RI di tingkat provinsi ini diharapkan menjadi pesan kuat mengenai kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masa sulit pascabencana. (PO/I-1)

Ringkasan Pelaksanaan HUT ke-81 RI di NTT:

  • Status: Sederhana dan Khidmat.
  • Acara yang Ditiadakan: Sambutan, pesta rakyat, dan toast kenegaraan.
  • Alasan: Empati terhadap korban gempa Flores (M7,7).
  • Cakupan: Berlaku untuk upacara pengibaran dan penurunan bendera.
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |