Gempa Susulan di Flores, Warga Manggarai Barat NTT Pilih Tetap Mengungsi

2 hours ago 4
Gempa Susulan di Flores, Warga Manggarai Barat NTT Pilih Tetap Mengungsi Gambar kerusakan pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026).(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan intensitas tinggi. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 1.624 gempa susulan terjadi pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7.

Berdasarkan data grafik Gempa Bumi Susulan Per 6 Jam dari Stasiun Geofisika Kupang (PG VIII), dari ribuan aktivitas tersebut, sebanyak 59 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat. Frekuensi gempa susulan terpantau fluktuatif dengan rincian sebagai berikut:

Periode Waktu (Jam Ke-) Jumlah Gempa Susulan
1 - 6 168
7 - 12 148
13 - 18 211
19 - 24 177
25 - 30 175
31 - 36 185
37 - 42 182
43 - 48 204
49 - 54 152

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat. Ratusan warga di Kecamatan Lembor, Lembor Selatan, Pacar, dan Kuwus dilaporkan masih bertahan di lokasi pengungsian dan tenda-tenda darurat.

Yohanes Nani, salah seorang warga Lembor, mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga belum berani kembali ke rumah. Selain karena trauma akan gempa susulan yang terus terjadi, kondisi fisik bangunan rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa utama menjadi alasan utama mereka tetap mengungsi.

"Kami masih tinggal di tenda bersama keluarga. Kami takut kalau kembali ke rumah, nanti ada gempa susulan lagi. Jadi untuk sementara kami bertahan di sini," ujar Yohanes.

Di lokasi pengungsian, warga mulai mengeluhkan keterbatasan logistik. Kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan saat ini meliputi bahan makanan, air bersih, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus untuk anak-anak. Warga berharap pemerintah daerah segera mendistribusikan bantuan secara merata ke titik-titik pengungsian.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta hanya mengikuti informasi resmi dari kanal BMKG dan pemerintah daerah guna menghindari disinformasi atau hoaks yang kerap beredar pascabencana. Pemantauan aktivitas kegempaan terus dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk memastikan keamanan wilayah tersebut. (MM/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |