REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasar tengah menyoroti sosok yang bakal didapuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Ekonom Josua Pardede berpendapat, calon pemimpin bank sentral yang baru harus memiliki beberapa modal utama, di antaranya mampu bersinergi tanpa diintervensi.
"Pengganti Gubernur BI harus merupakan teknokrat yang mempunyai empat modal utama, yaitu pengalaman kuat dalam kebijakan moneter dan pasar keuangan, keberanian menjaga independensi BI, kemampuan berkomunikasi dengan pasar, serta kecakapan mengoordinasikan kebijakan tanpa tunduk pada kepentingan jangka pendek pemerintah," ujar Josua kepada Republika, dikutip Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, BI saat ini menghadapi banyak tantangan. Tantangan tersebut bukan hanya mengendalikan inflasi, melainkan juga menjaga nilai tukar rupiah, mengelola arus keluar-masuk modal asing, memastikan likuiditas perbankan tetap memadai, serta mempertahankan kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi.
"Karena Perry Warjiyo telah meniti karier lebih dari empat dekade di BI, termasuk memiliki pengalaman di IMF serta memimpin BI sejak 2018, penggantinya perlu memiliki kedalaman teknis dan pemahaman kelembagaan yang sebanding," tuturnya.
Secara gamblang, Josua menyebut satu nama yang menurutnya tepat menggantikan Perry, yakni Destry Damayanti. Destry merupakan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI sekaligus Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI. Destry ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI pada Ahad (26/7/2026) setelah Perry mengundurkan diri pada Sabtu (25/7/2026).
"Destry Damayanti merupakan calon paling alami untuk menjaga kesinambungan. Ini bukan prediksi atas keputusan Presiden, melainkan penilaian berdasarkan rekam jejak," ujarnya.
Menurut Josua, Destry memiliki pengalaman sebagai ekonom di Kementerian Keuangan dan perbankan, anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Ia juga telah diangkat kembali untuk masa jabatan 2024-2029. Fokusnya mencakup pengembangan pasar uang dan valuta asing, sistem pembayaran, kebijakan kehati-hatian sektor keuangan, serta stabilitas rupiah.
"Pengalaman tersebut membuatnya memahami cara berpikir pemerintah, perbankan, investor, dan bank sentral sekaligus," katanya.
Namun, Josua menegaskan, penetapan Destry maupun calon lainnya harus tetap melalui proses yang berbasis kemampuan dan terbuka. Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan serta diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Oleh karena itu, faktor penentu seharusnya bukan kedekatan politik, melainkan rekam jejak dalam menjaga stabilitas, pemahaman mengenai pasar keuangan, integritas, serta kemampuan mengatakan tidak kepada pemerintah apabila suatu kebijakan berisiko mengganggu stabilitas rupiah atau inflasi," tegasnya.

7 hours ago
1
















































