Di Tengah Cuaca Ekstrem, Petani Nagara Panen Raya Semangka hingga 14 Kilogram

1 hour ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wilayah Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan penghasil hortikultura. Di tengah kondisi cuaca ekstrem, petani setempat tetap mampu menggelar panen raya semangka dengan produktivitas yang tinggi.

Wilayah Nagara mencakup tiga kecamatan, yakni Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat. Kawasan ini didominasi hamparan rawa dan perairan sungai, tetapi tetap berkembang sebagai wilayah pertanian tanaman pangan dan buah-buahan yang menopang perekonomian masyarakat.

Salah satu komoditas unggulan di kawasan tersebut adalah semangka. Lahan budidayanya mencapai ratusan hektare dan menjadi sumber penghidupan penting bagi banyak petani.

Produktivitas petani antara lain ditopang penggunaan varietas unggul, termasuk semangka AMARA F1 yang merupakan jenis hibrida tanpa biji. Varietas ini digunakan petani karena dinilai memiliki daya adaptasi tinggi di dataran rendah serta relatif tahan terhadap sejumlah penyakit tanaman.

AMARA F1 juga dikenal memiliki pertumbuhan tanaman yang vigor dan ketahanan terhadap penyakit busuk batang atau gummy stem blight. Buah yang dihasilkan memiliki karakter daging manis dan renyah dengan potensi bobot panen yang tinggi.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan bersama PT East-West Seed Indonesia (EWINDO) kemudian menggelar Festival Panen Raya Semangka AMARA bertajuk “Semarak Panen Raya AMARA F1”.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta. Sebagian besar merupakan petani semangka dari berbagai desa di wilayah Nagara, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Bupati Hulu Sungai Selatan Syafrudinnor hadir bersama Wakil Bupati Suriani, Sekretaris Daerah Muhammad Noor, serta Kepala Dinas Pertanian Lutfiana. Dalam sambutannya, Syafrudinnor menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sektor pertanian daerah.

“Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Daerah bersama PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta para petani,” kata Syafrudinnor.

Managing Director EWINDO Isak Heryawan mengatakan kerja sama antara perusahaan penyedia benih, pemerintah, mitra penyalur, dan kelompok tani menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan pertanian.

Menurut dia, petani tidak hanya berperan sebagai produsen komoditas, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan nasional.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kerja keras petani Nagara sebagai salah satu aktor penting penopang sistem pangan nasional, serta wadah untuk memperkuat transfer pengetahuan budidaya pertanian yang berkelanjutan,” ujar Isak.

Festival panen raya juga menampilkan kekhasan budaya masyarakat Nagara yang kehidupan sehari-harinya lekat dengan kawasan perairan. Salah satu kegiatan yang digelar adalah Parade Jukung Hias yang diikuti 50 perahu tradisional.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |