CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Diabetes bisa memicu perdarahan di mata. (iStockphoto/Arturo Peña Romano Medina)
Jakarta, CNN Indonesia --
Diabetes tak hanya berdampak pada kadar gula darah semata. Penyakit ini juga bisa menyerang berbagai organ tubuh, termasuk mata dan sering kali luput disadari hingga kondisinya memburuk.
Dokter Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, Dearaini, menjelaskan bahwa mata menjadi salah satu organ yang rentan terdampak diabetes karena memiliki pembuluh darah yang sangat kecil dan halus. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, pembuluh darah ini bisa rusak dan memicu berbagai gangguan, termasuk perdarahan.
"Gula darah bisa ke mana-mana, salah satunya ke mata. Karena di mata, pembuluh darahnya kecil sekali," ujar Dearaini dalam keterangannya saat jumpa media di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini dikenal sebagai retinopati diabetik, yakni komplikasi diabetes yang menyerang retina, bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya. Tingkat keparahannya pun bervariasi dan tidak memiliki batas pasti.
Pada tahap awal, kerusakan mungkin hanya berupa perdarahan kecil berbentuk titik-titik, penipisan saraf mata, atau perubahan ringan lainnya. Namun, seiring waktu, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih serius.
Pada tahap lanjut atau proliferatif, tubuh membentuk pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah pecah. Inilah yang menyebabkan perdarahan lebih luas di dalam mata dan berpotensi mengganggu penglihatan secara signifikan.
Karena itu, pasien diabetes umumnya akan dirujuk untuk pemeriksaan mata secara rutin guna mendeteksi ada tidaknya komplikasi sejak dini.
Tak hanya perdarahan, diabetes juga dapat menyebabkan pembengkakan pada makula, yaitu bagian tengah retina yang berperan penting dalam penglihatan tajam. Jika makula mengalami pembengkakan (edema makula), penglihatan bisa menjadi buram bahkan hilang.
"Kalau sudah bengkak di makula, biasanya harus disuntik obat untuk meredakan pembengkakan," jelas Dearaini.
Sementara itu, jika belum terjadi pembengkakan, penanganan bisa dilakukan dengan terapi laser untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Yang perlu digarisbawahi, semua pengobatan tersebut tidak akan optimal tanpa pengendalian gula darah yang baik.
"Jika kadar gula tetap tinggi, kerusakan pada mata bisa terus berlanjut meski sudah diterapi," kata dia.
Selain retinopati, diabetes juga meningkatkan risiko katarak muncul lebih cepat. Pada penderita diabetes, katarak bahkan bisa terjadi di usia relatif muda, sekitar 40-50 tahun, dan mengganggu masuknya cahaya ke dalam mata.
Lalu, apakah kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan?
Jawabannya, ya. Terutama jika pembengkakan terjadi di makula atau perdarahan sudah meluas dan tidak ditangani dengan baik. Karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk tidak hanya fokus pada pengobatan gula darah, tetapi juga rutin memeriksakan kesehatan mata.
Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius, termasuk kehilangan penglihatan secara permanen.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1

















































