Jumat 31 Jul 2026 12:20 WIB
Pedagang berharap dapat berjualan di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Suasana di Terminal Cicaheum, Kota Bandung.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Puluhan pedagang di Terminal Cicaheum, Kota Bandung memilih bertahan berjualan meski kondisi aktivitas bus yang cenderung sepi setelah dialihkan ke Terminal Cicaheum. Mereka memilih bertahan karena kompensasi yang hendak diberikan belum jelas termasuk rencana relokasi.
Salah seorang pedagang asongan Iyas mengungkapkan para pedagang memilih tetap bertahan berjualan di Terminal Cicaheum meski sepi penumpang. Ia menyebut alasannya karena belum jelas terkait kompensasi yang akan diberikan dan kejelasan relokasi.
"Iya bus-bus udah pindah (ke terminal Cicaheum) tiga bulanan (kemarin). Pedagang belum jelas mendapatkan kompensasi, kalau pedagang asongan sudah," ucap dia, Kamis (30/7/2026).
Ia mengaku sudah memperoleh kompensasi Rp 1 juta dari pihak yang akan membangun depo BRT. Iyas mengaku berterima kasih atas dana kompensasi itu.
"Satu juta dikasihnya, itu belum penuh. Ada potongan-potongan untuk orang yang belum kebagian," kata dia.
Ia mengaku pasrah hanya menerima kompensasi Rp 1 juta meski sudah puluhan tahun berjualan di Terminal Cicaheum. Bagi dia idealnya kompensasi untuk pedagang minimal Rp 2,5 juta.
"Dibilang cukup cukup, dibilang enggak enggak, ya menerima aja," ungkap dia.
Ia mengaku berjualan dari sejak bujang hingga berkeluarga dan memiliki cucu lima orang. Dengan situasi ini, ia berharap dapat berjualan di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah dan ramai.

18 hours ago
5

















































