Perempuan terganggu tidurnya akibat suara dengkuran (ilustrasi). Menurut dokter, kebiasaan mendengkur dapat menjadi tanda adanya apnea tidur obstruktif (OSA) atau apnea tidur obstruktif.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendengkur atau "ngorok" saat tidur kerap dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal mendengkur merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada saluran pernapasan dan bisa menjadi tanda berbagai penyakit kronis.
Dokter spesialis saraf, Pramod Krishnan, mengatakan kebiasaan mendengkur dapat menjadi tanda adanya apnea tidur obstruktif (OSA) atau apnea tidur obstruktif. Ini merupakan gangguan tidur yang berpotensi membahayakan kesehatan otak dan meningkatkan risiko penyakit yang mengancam jiwa.
“Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa mendengkur bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh atau dijadikan bahan candaan. Kondisi ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan tidur serius yang disebut Obstructive Sleep Apnea (OSA),” kata dr Krishnan seperti dilansir laman Hindustan Times, Jumat (3/7/2026).
OSA umumnya ditandai dengan dengkuran yang keras dan terjadi secara berulang. Namun, kondisi ini juga disertai sejumlah gejala lain yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Di antaranya tidur yang tidak terasa menyegarkan, rasa tidur berlebihan di siang hari, sakit kepala ketika bangun tidur, serta rasa lemas atau membayangkan pada siang hari yang berdampak pada penurunan produktivitas.
Meski demikian, dr Krishnan menjelaskan tidak semua orang yang menderita OSA. Apabila dengkuran muncul bersama keluhan lain, kondisi tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut karena bisa mengarah pada gangguan tidur yang serius.
Mengapa OSA berbahaya? Dokter Krishnan mengatakan pada penderita OSA terjadi penyumbatan saluran napas bagian atas selama tidur. Penyumbatan tersebut menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun berulang kali sehingga napas tampak berhenti dan kembali berlangsung secara berulang sepanjang malam.

12 hours ago
7













































