Kapal penyapu ranjau USS Santa Barbara (LCS 32) yang membersamai USS Tulsa (LCS 16) tiba di Singapura sebelum bertolak ke Selat Hormuz pada 18 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Surat Kabar Wall Street Journal mengutip sebuah telegram internal Departemen Luar Negeri AS yang menyebutkan Washington mendesak negara-negara lain bergabung dengan aliansi internasional baru yang akan berupaya memastikan kapal-kapal dapat berlayar melalui Selat Hormuz.
Surat kabar tersebut melaporkan telegram internal Departemen Luar Negeri AS telah dikirimkan ke kedutaan-kedutaan AS dan menyerukan kepada para diplomat AS untuk menekan pemerintah asing agar bergabung dengan aliansi baru tersebut.
Surat tersebut, yang berjudul "Membangun Kebebasan Navigasi Maritim" menyebutkan:
"Partisipasi Anda akan memperkuat kemampuan kolektif kita untuk memulihkan kebebasan navigasi dan melindungi ekonomi global, dan kerja sama kolektif diperlukan untuk menunjukkan kesatuan tekad serta memberlakukan konsekuensi yang berarti atas upaya Iran menghalangi kapal-kapal melintasi selat tersebut."
Dia menjelaskan, telegram tersebut menyebutkan bahwa aliansi baru yang dipimpin AS akan berbagi informasi, berkoordinasi secara diplomatik, dan menerapkan sanksi.
Selain itu pula bahwa gugus tugas maritim akan melengkapi tim kerja keamanan maritim lainnya, termasuk upaya perencanaan maritim yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis.
Surat kabar tersebut mengutip pernyataan seorang pejabat di pemerintahan AS yang mengatakan bahwa gagasan aliansi baru ini merupakan salah satu dari banyak alat diplomasi dan politik yang tersedia bagi Presiden Trump.
Trump mengkritik sekutu AS
Wall Street Journal melaporkan usulan pembentukan aliansi baru ini muncul hanya beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap beroperasi.

4 hours ago
3

















































