Dosen STKIP Taman Siswa Bima Berdayakan Guru SD Susun LKPD Berbasis Kearifan Lokal Mbojo

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BIMA -- Tim dosen dari STKIP Taman Siswa Bima menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa pemberdayaan guru sekolah dasar dalam mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah yang berorientasi pada Kurikulum Merdeka dan kearifan lokal Mbojo. Kegiatan ini menyasar 19-21 guru SDN Inpres Kananga 1 dan dilaksanakan dalam dua rangkaian utama, yaitu pelatihan dan penerapan teknologi pembelajaran.

Kegiatan pelatihan pertama berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, dengan pendekatan learning by doing sehingga guru langsung mempraktikkan penyusunan LKPD sesuai mata pelajaran dan kelas yang diampu masing-masing. Pelatihan ini terbagi menjadi dua fokus, yakni penguatan pemahaman guru tentang pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL) dan pelatihan teknis penyusunan LKPD.

Pada sesi lokakarya, guru dibekali pemahaman mengenai konsep dan karakteristik pembelajaran berbasis masalah di sekolah dasar, peran guru dalam memfasilitasi pembelajaran aktif, hingga pentingnya LKPD sebagai perangkat pembelajaran berbasis aktivitas. Selanjutnya, dalam sesi penyusunan LKPD, guru dilatih merumuskan masalah kontekstual, memahami karakteristik LKPD berkualitas sesuai Kurikulum Merdeka, dan menyusun sintaks pembelajaran berbasis masalah. Kemudian, merumuskan indikator dan asesmen, serta mengintegrasikan kearifan lokal Mbojo sebagai konteks masalah yang autentik bagi peserta didik.

Ketua tim pengabdian, Abdul Haris, M.Pd, yang juga dosen tetap Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Taman Siswa Bima menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata guru di lapangan.

"Selama ini banyak guru yang sebenarnya memahami konsep pembelajaran berbasis masalah, tetapi masih kesulitan menuangkannya ke dalam LKPD yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi siswa. Melalui pelatihan ini, kami ingin guru tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu memproduksi sendiri LKPD yang kontekstual dengan kearifan lokal Mbojo," ujar Haris.

Penerapan Teknologi Canva dan Liveworksheets

Rangkaian kegiatan kedua dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, berupa pendampingan penerapan teknologi pendidikan tepat guna untuk mendukung penyusunan dan digitalisasi LKPD. Teknologi yang digunakan adalah Canva dan Liveworksheets, yang dipilih karena mudah diakses dan relevan dengan kondisi sekolah mitra.

Pada tahap pertama, guru didampingi mendesain tampilan LKPD berbasis masalah agar lebih menarik dan komunikatif melalui Canva. Guru juga dilatih menyusun halaman LKPD yang memuat masalah kontekstual, langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah, serta refleksi siswa, dengan desain yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal dan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Pada tahap kedua, guru dibimbing untuk mengonversi LKPD hasil desain Canva ke dalam format Liveworksheets agar dapat digunakan secara interaktif, tidak hanya dalam bentuk cetak. Dalam tahap ini, guru menyusun aktivitas pembelajaran berbasis masalah yang interaktif seperti isian, pilihan ganda, hingga drag and drop, serta memanfaatkan fitur penilaian otomatis yang tersedia di Liveworksheets.

Anggota tim pengabdian, Nur Fitrianingsih, S.Kom., M.M, yang merupakan dosen tetap Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi mengatakan, penerapan teknologi ini bertujuan mempermudah guru mengelola LKPD tanpa harus bergantung sepenuhnya pada versi cetak.

"Dengan Canva, LKPD yang dibuat guru menjadi lebih menarik secara visual. Kemudian dengan Liveworksheets, LKPD tersebut bisa diubah menjadi versi interaktif yang bisa dikerjakan siswa secara digital, lengkap dengan penilaian otomatis. Ini sangat membantu guru, apalagi untuk sekolah yang mulai terbiasa dengan pembelajaran berbasis digital," kata Nur Fitrianingsih.

Anggota tim lainnya, Hairunisa, M.Pd, dosen tetap Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menambahkan, pendampingan yang dilakukan secara bertahap membuat guru lebih percaya diri dalam mengembangkan LKPD secara mandiri.

"Guru-guru sangat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari memahami konsep, praktik menyusun LKPD, hingga mendigitalisasikannya. Harapannya, LKPD yang dihasilkan bisa langsung diterapkan di kelas dan menjadi bahan ajar rutin, bukan hanya sekadar produk pelatihan," ujar Hairunisa.

Tingkatkan Kapasitas Guru

Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari upaya tim dosen STKIP Taman Siswa Bima dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar melalui penguatan kompetensi guru. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman guru tentang pembelajaran berbasis masalah meningkat dari rata-rata 70,7 menjadi 82,4, atau naik 11,7 poin setelah mengikuti lokakarya.

Dari sisi produk, sebanyak 18 dari 21 guru (85,7 persen) berhasil menghasilkan draf LKPD berbasis masalah. Sementara 15 guru (71,4 persen) LKPD yang dihasilkan telah memenuhi kriteria struktur sesuai rubrik penilaian yang ditetapkan.

Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran juga tercatat meningkat signifikan. Rata-rata kemampuan menggunakan Canva naik dari 63,3 persen menjadi 83,4 persen, sedangkan penggunaan Liveworksheets meningkat dari 22,2 persen menjadi 68 persen, mengingat sebagian besar guru baru pertama kali menggunakan platform tersebut.

Sebagai tindak lanjut program, dibentuk pula satu komunitas belajar guru di SDN Inpres Kananga 1 yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah. Komunitas itu sebagai wadah bagi guru untuk terus berbagi praktik baik dan mengembangkan LKPD berbasis masalah secara berkelanjutan.

Tim dosen berharap kegiatan pengabdian semacam ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke sekolah-sekolah lain. Hal itu guna mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, khususnya di wilayah Bima.

Didukung Pendanaan DRTPM Kemendiktisaintek

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari program yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Haris menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DRTPM Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga kegiatan pelatihan dapat terlaksana dengan baik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek yang telah mendukung pelaksanaan program ini melalui hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan," ujarnya.

Program tersebut didanai berdasarkan Kontrak Pusat Nomor 287/C3/DT.05.00/PL-BARU/2026 tanggal 30 Januari 2026. Melalui dukungan tersebut, tim pengabdian berharap inovasi pembelajaran berbasis masalah dan kearifan lokal Mbojo dapat terus dikembangkan serta diterapkan secara berkelanjutan di berbagai sekolah.

"Kami berharap hasil pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan budaya lokal ke dalam praktik pendidikan di sekolah," kata Haris.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |