HNI Sumbang Rp 963 Miliar dari Total Transaksi Penjualan Langsung Nasional

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri penjualan langsung (direct selling) terus menunjukkan peran strategisnya, sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Dari total nilai transaksi sektor penjualan langsung yang mencapai Rp 7,08 triliun, kontribusi industri berbasis jaringan halal mencatatkan porsi yang sangat signifikan.

Kementerian Perdagangan mencatat, salah satu pelaku usaha penjualan langsung, PT Halal Network International (HNI), berhasil menyumbang transaksi Rp 963 miliar dari total angka nasional tersebut.

Capaian ini membuktikan, model bisnis penjualan langsung, memiliki nilai ekosistem yang kuat dan berdampak nyata, bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal Shoffan Shofwan menegaskan, besarnya kontribusi industri penjualan langsung terhadap perekonomian nasional.

"Dari Rp 7,08 triliun, Rp 963 miliar itu kontribusi HNI. Jadi sebegitu signifikannya penjualan langsung dan konteksnya terhadap kontribusi dalam ekonomi Indonesia," ujar Iqbal di sela Milad HNI Beyond 14: Building The Future Together, di HNI Plaza, Kalimalang, Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

Iqbal menjelaskan, besarnya angka transaksi yang dihasilkan HNI, mencerminkan tingginya keandalan jaringan pemasaran, dan daya serap pasar terhadap produk-produk halal di dalam negeri.

"Model bisnis ini tidak hanya mengandalkan transaksi ritel semata, melainkan juga investasi pada pembinaan tenaga pemasar, dan pembentukan jaringan distributor yang berjenjang," katanya menegaskan.

Kerena itu, jelas dia, pemerintah pemerintah berkomitmen terus menjaga dan melindungi ekosistem usaha penjualan langsung, agar tetap tumbuh sehat. Serta terlindungi dari praktik perdagangan yang melanggar ketentuan regulasi.

Melalui pengawasan dan kepastian hukum berkelanjutan, Kemendag berharap, sektor penjualan langsung dapat terus menjadi pilar penopang konsumsi domestik. Serta memberdayakan jutaan tenaga pemasar independen di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama HNI, Agung Yulianto menyatakan, pencapaian yang diraih perusahaan selama 14 tahun terakhir buah dari kepercayaan konsumen, kerja keras manajemen, serta kolaborasi bersama mitra bisnis (leader) di seluruh Indonesia.

"Apa yang kami banggakan dalam 14 tahun ini, pertama tentu kita harus bersyukur kepada Allah SWT, ini bukan semata-mata karya kami manajemen bersama seluruh leader, tetapi atas izin Allah SWT. Yang perlu digarisbawahi bukan hanya angka pertumbuhan yang kami banggakan," kata Agung.

Menurut Agung, indikator keberhasilan utama HNI terletak pada peran perusahaan, sebagai wadah tumbuh kembang basis konsumen loyal, dan ribuan wirausahawan baru. Saat ini, HNI mencatat total keanggotaan mencapai 6 juta orang.

Dari jumlah tersebut, basis konsumen loyal yang melakukan transaksi belanja dalam satu tahun terakhir, mencapai 1 juta orang. Sementara itu, tingkat konsumen aktif yang konsisten berbelanja setiap bulan, berada di angka lebih dari 300 ribu orang.

Bagaimana HNI ini menjadi tempat bertumbuhnya jutaan orang, yang menjadi konsumen loyal saat ini. Jadi perlu dicatat, jelas dia, konsumen loyal HNI yang belanja dalam satu tahun terakhir ada 1 juta orang, yang belanja tiap bulan, pasti belanja, itu lebih dari 300 ribu orang. ''Jadi dari 6 juta member, ada 300 ribu orang yang setiap bulan belanja, itu konsumen aktif kita.''

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |